Ini 4 Isu Strategis di Pilkada 2020: Politik Transaksional-Penyusunan DPT Tak Akurat

  • Whatsapp
Mendagri Tito Karnavian memberikan tanda cinderamata kepada Ketua Bawaslu Abhan usai Rapat Persiapan Rakornas Bidang Politik dan Pemerintahan Umum Tahun 2020 dan Deteksi Dini Persiapan Pilkada Serentak 2020 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Bali, Kamis 27 Februari 2020/Foto: Humas Bawaslu RI

INDOPOLITIKA.COM – Sebanyak 270 daerah di seluruh Indonesia pada tahun 2020 ini, dipastikan akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak. Dari jumlah ini ada 224 petahana yang berpotensi maju kembali mencalonkan kepala daerah.

Menurut Ketua Bawaslu RI Abhan, setidaknya ada empat isu strategis yang kemungkinan terjadi berdasarkan IKP Pilkada 2020 yang baru dirilis Bawaslu. Isu pertama, menurutnya soal keberpihakan aparatur sipil negara (ASN) dalam mendukung dan memfasilitasi peserta pilkada.

Berita Lainnya

“Terkait hal ini, Bawaslu sudah berkoordinasi dengan KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara), Kemendagri, dan Kemenpan-RB (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) guna mengatur regulasi agar ASN tetap menjaga netralitas dan independensinya. Kami sudah bekerja sama dengan lembaga terkait guna membahas norma-norma untuk menjaga independensi aparat pemerintah,” jelasnya.

“Tentu majunya kembali petahana ini harus diawasi agar tidak menyalahgunakan kewenangan,” tutur dia.

Kedua, lanjut Abhan, politik transaksional pasangan calon, tim kampanye, dan tim sukses. “Ketiga, penggunaan media sosial dalam penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Dan keempat, penyusunan daftar pemilih yang tidak akurat,” tunjuknya.

Untuk penyusunan daftar pemilih yang tidak akurat, Abhan menambahkan, Bawaslu merekomendasikan agar KPU selaku penyelenggara pilkada untuk meningkatkan pelayanan terutama terhadap proses pencalonan (untuk calon perseorangan dan partai politik), akurasi data pemilih, dan peningkatan partisipasi masyarakat. “Inilah isu-isu strategis yang kami kira dapat diantisipasi,” pungkasnya.[asa]

 

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar