Ini 7 Arahan Lengkap Jokowi Saat Ratas Percepatan Penanganan Covid-19 di Istana

  • Whatsapp
Kepala BNPB saat Konferensi Pers usai Rapat Terbatas (Ratas) secara online pada hari Kamis (19/3). (Foto: Humas/Ibrahim).

INDOPOLITIKA.COM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona (Covid-19) menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar Gugus Tugas bisa tetap menjaga kesehatan masyarakat yang masih dalam keadaan sehat.

Beberapa arahan Presiden Jokowi yang terangkum dalam pernyataan Kepala BNPB dalam Konferensi Pers usai Rapat Terbatas (Ratas) secara online pada Kamis (19/3/2020) seperti dikutip di laman setkab, adalah sebagai berikut:

Berita Lainnya

Satu, Presiden meminta agar yang kurang sehat dirawat untuk sehat, baik melalui isolasi mandiri maupun tempat-tempat perawatan yang disiapkan, dan bagi warga yang telah sakit agar diobati untuk sembuh.

”Semua upaya ini berdasarkan metode kolaborasi pentahelix berbasis komunitas,” ujar Doni.

Menurut Doni, Presiden meminta untuk tetap memperhatikan strategi dan kebijakan pemerintah pusat, yaitu social distancing yang meliputi jaga jarak, hindari kerumunan, di rumah saja dengan belajar, bekerja, dan juga beribadah.

”Dan semua ini harus didukung dengan kesadaran yang tinggi, terutama menyangkut masalah disiplin. Karena apa? Karena dari kejadian yang terdapat di sejumlah negara, tidak semua negara siap menghadapi bencana non alam yaitu wabah Pandemic Covid-19. Dengan demikian diperlukan kerja sama, dibutuhkan gotong royong, dibutuhkan kesadaran untuk saling membantu,” tambah Doni.

Kedua, Presiden menekankan untuk memastikan barang-barang yang dibutuhkan dan peralatan yang diperlukan untuk medis segera didatangkan dan juga disiapkan, baik dari luar negeri maupun dari lokal, seperti rapid test, alat pelindung diri, reagen, ventilator, dan juga masker serta hand sanitizer juga cairan disinfektan.

”Kemudian beliau juga menekankan tentang pentingnya protokol kesehatan yang dibuat dan disusun dengan kemudahan yang bisa dipahami oleh masyarakat, serta wajib dipatuhi khususnya tentang karantina mandiri,” imbuh Doni.

Ketiga, Presiden meminta pelayanan kesehatan untuk dioptimalkan dan disiapkan semaksimal mungkin apabila perkembangan semakin kurang bagus, seperti contohnya memperbanyak rumah sakit pemerintah yang sekarang ini ada, termasuk meningkatkan kualitas pelayanan termasuk juga rumah sakit TNI dan polri yang telah mendapat rekomendasi dari Kementerian Kesehatan dan juga rumah sakit BUMN.

”Saat ini sudah ada 3 rumah sakit swasta yang mendapatkan izin. Termasuk menyusul dua rumah sakit yang akan datang. Kemudian Bapak Presiden telah memberikan tugas kepada Menteri BUMN dan juga Menteri PUPR untuk menyiapkan Wisma Atlet. Tanggal 23 atau hari Senin yang akan datang Wisma Atlet ini diharapkan bisa menampung sekitar 1.000 sampai dengan 2.000 orang pasien,” urai Doni.

Organisasi yang nantinya akan menangani pasien di Wisma Atlet, menurut Doni, adalah Kogabwilhan (Komando Gabungan Wilayah Pertahanan) karena Kogabwilhan sudah teruji ketika menangani WNI yang dari Wuhan termasuk dari World Dream dan juga Diamond Princess.

”Tetapi Kogabwilhan tidak berdiri sendiri, akan didukung oleh sejumlah pihak khususnya dari Kementerian Kesehatan,” kata Doni seraya menambahkan sejumlah tokoh-tokoh nasional dan pengusaha telah menyanggupi untuk menyiapkan fasilitas hotel mereka yang manakala fasilitas yang disiapkan oleh pemerintah terbatas, baik di Jakarta dan juga di sejumlah daerah lainnya.

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *