Ini Alasan Mengapa Wisata Mangrove Kolak Sekancil Layak Dikunjungi

  • Whatsapp
Edu Wisata Mangrove di Kolak Sekancil, Cilacap, Jawa Tengah

INDOPOLITIKA.COM – Jika anda suka traveling sambil belajar berbagai hal baru, tak ada salahnya berkunjung ke edu wisata Mangrove Kolak Sekancil, Cilacap, Jawa Tengah. Kawasan pantai di Selatan Jawa ini menyajikan wisata Mangrove terlengkap di Indonesia.

Wisata Kolak Sekancil ini merupakan hutam Mangrove di wilayah konservasi yang digarap Pertamina Refinery Unit IV, berada tepatnya di daerah Laguna Segara Anakan, Dusun Lempong Pucung, Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap, Jawa Tengah. Di kawasan ini ada 46 mangrove tersertifikasi dan lebih dari 50 jenis mangrove telah teridentifikasi .

Baca Juga:

Mangrove ini berhasil dikembangkan dan dirawat oleh masyarakat sekitar melalui kelompok Krida Wana Lestari bersama Pertamina. Sejak 2016 mereka mulai mengembangkan Arboretum Mangrove Kolak Sekancil yang dilakukan secara berkelanjutan .

“Pelestarian ekosistem mangrove Kolak Sekancil dilakukan dengan memberdayakan masyarakat sekitar, sehingga memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat,” kata Unit Manager Comm, Rel & CSR RU IV Cilacap, Laode Syarifuddin Mursali.

Selain bisa menjumpai beranekaragam mangrove, para wisatawan juga bisa menikmati faunanya. Kawasan ini memiliki 64 jenis burung, 8 jenis mamalia dan 3 jenis reptil. Dimana terdapat juga 2 spesies flora dan 12 fauna dengan status konservasi tinggi.

“Lokasi ini juga sering dimanfaatkan menjadi tempat penelitian dan pendidikan bagi pelajar, untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap kelestarian lingkungan,” imbuh Laode.

Selain itu, kata Laode, kawasan ini mampu menyerap CO2 (karbon dioksida) sebesar 41.371.680 pon/tahun dan memproduksi O2 sebesar 224.096.600 pon/tahun. Bahkan limbah buah mangrove sekitar 95 ton per tahun dimanfaatkan para perajin batik di wilayah ini untuk pewarna alami.

Edu-wisata mangrove ini meningkatkan pendapatan kelompok pengelola yang kurang lebih 25% pendapatan rata – rata anggota sudah diatas UMK. Dalam tiga tahun terakhir, pendapatan kelompok meningkat dari Rp 114 juta pada 2017, menjadi Rp163 juta (2018) dan Rp183 juta (2019) dengan rata – rata omzet lebih dari 20 juta per bulan.

“Sekarang aktivitas ini mampu membuka lapangan pekerjaan untuk 43 orang, diharapkan edu-wisata mangrove ini kedepan terus berkembang dan menjadi icon wisata Kabaputen Cilacap yang dihadiri banyak wisatawan lokal maupun mancanegara,” pungkas Laode.[rma]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *