Ini Jawaban Direktur BPJS Soal Keluhan Peserta yang Dinomorduakan

  • Whatsapp
Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari

INDOPOLITIKA.COM – Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari menegaskan, pihaknya tetap senantiasa berupaya memberikan layanan yang maksimal bagi para peserta. Termasuk, menciptakan kemudahan akses finansial bagi peserta untuk dapat menjangkau fasilitas kesehatan.

“Kalau dikatakan bahwa peserta BPJS dinomorduakan, saya mau ungkapkan bahkan ada rumah sakit yang 99 persen pasiennya adalah peserta BPJS. Termasuk di rumah sakit pemerintah yang berbiaya mahal. Lha kalau kemudian ada peserta yang merasa dinomorduakan, lantas yang nomor satunya siapa?” tuturnya, saat mengklarifikasi keluhan peserta BPJS soal layanan yang terkesan dinomorduakan di Kementerian Kominfo, Rabu (13/11/2019).

Muat Lebih

Namun, Andayani mengatakan, jika kemudian ada antrean yang kerap panjang untuk mendapatkan layanan kesehatan, hal itu terjadi karena memang akses finansial ke fasilitas kesehatan saat ini memang meningkat.

“Kalau peserta BPJS Kesehatan antrean menjadi panjang, itu karena akses finansial ke fasiliyas kesehatan menjadi lebih mudah. Dulu, pasien jantung, misalnya, karena mendengar biaya pengobatan mencapai 200 juta, lantas tidak berani ke faskes. Sekarang kan pasti jadi berani karena tidak membayar,” katanya.

Panjangnya antrean itu, Andayani mengingatkan, tentu berbeda maknanya dengan menomorduakan peserta BPJS. Walau begitu, dia berjanji, akan terus melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, antara lain dengan Kemenkes agar layanan senantiasa bisa ditingkatkan.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *