Ini Jawaban Walikota Depok Setelah Dikritik Komnas HAM Terkait Imbauan Razia LGBT

  • Whatsapp
Walikota Depok, M Idris Abdul Somad.

INDOPOLITIKA.COM- Dikritik Komnas HAM terkait imbauannya untuk merazia aktivitas kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT),  Walikota Depok, M Idris Abdusshomad mengungkap,  alasannya mengeluarkan imbauan itu.

Dia bilang, kebijakan itu diterbitkan lantaran keprihatinannya terhadap kasus kekerasan seksual sesama jenis yang dilakukan Reynhard Sinaga di Manchester, Inggris. Perlu diketahui, Reynhard adalah warga Kota Depok yang sedang menuntut ilmu di Inggris. Idris tak mau di wilayah kota yang dipimpinnya terjadi kasus yang sama.

Berita Lainnya

“Untuk itu perlu peningkatan upaya pencegahan guna memperkuat ketahanan keluarga, khususnya perlindungan terhadap anak,” kata Idris di Balai Kota Depok, Senin (13/1/2019).

Idris meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok lebih aktif melakukan penertiban dan razia di rumah-rumah kos atau apartemen. Menurutnya, bisa dibentuk Persatuan Penghuni dan Pemilik Satuan Rumah Susun (P3SRS) untuk mendukung upaya tersebut.

“Fungsinya guna mempermudah komunikasi dan pengendalian penghuni kos atau apartemennya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Idris, perangkat daerah tekait juga bisa membentuk Crisis Center di Depok khusus korban LGBT. Termasuk, melakukan pendekatan kepada lembaga-lembaga terkait untuk kerja sama dalam pembinaan warga atau komunitas yang mendukung LGBT.

“Secara kehidupan sosial dan moralitas semua ajaran agama, pasti mengecam perilaku LGBT,” tuturnya.

Idris menilai kasus Reynhard yang memiliki perilaku LGBT merupakan masalah personal pelaku. Reynhard juga sudah menetap di Inggris dengan visa pelajar sejak tahun 2007.

“Jadi yang bersangkutan sudah lama di luar negeri. Maka setelah kasus ini, dalam konteks hukum positif global, kami serahkan kepada hukum yang berlaku di United Kingdom (UK)” ujarnya.

Idris juga berharap orangtua Reynhard, yang merupakan warga Depok, dapat kuat dan sabar menghadapi kasus yang menimpa anaknya itu. “Jika di dalam konteks kekeluargaan dan kewargaan, kami berharap keluarga pelaku tetap bersabar dalam menghadapi cobaan ini. Karena pastinya perbuatan dan tindakan tersebut tidak diinginkan dan di luar perkiraan keluarga besar,” tuturnya.

Sebelumnya Komnas HAM menilai, imbauan Idris merazia aktivitas kelompok LGBT serta pembentukan crisis center khusus korban terdampak LGBT merupakan tindakan diskriminatif. Komnas HAM meminta kebijakan itu dibatalkan.

“Sebab imbauan tersebut bertentangan dengan dasar negara Republik Indonesia, UUD 1945,” kata Koordinator Subkomisi Pemajuan HAM Komnas HAM Beka Ulung Hapsara dalam keterangannya, Senin (13/1/2020).[sgh]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *