Ini Kriteria dan Mekanisme Seleksi Calon Wakil Panglima TNI Versi Pengamat Militer

  • Whatsapp
Pengamat militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi.

INDOPOLITIKA.COM- Melihat kondisi pertahanan dan keamanan saat ini, pengamat militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menilai, jabatan Wakil Panglima (Wapang) TNI menjadi sangat urgen alias dibutuhkan.

“Wakil panglima bisa membantu panglima dalam menjalankan tugasnya yang makin berat di tengah upaya pengembangan organisasi dan tugas TNI dalam sejumlah operasi militer selain perang yang cukup signifikan belakangan ini,” kata Fahmi saat dihubungi Indopolitika.com, Sabtu (8/11/2019).

Baca Juga:

Selain itu, sambung Khairul, Wapang juga dapat memikirkan persoalan “inflasi” perwira yang tak kunjung tuntas karena nyaris tak ada langkah terobosan inovatif dan strategis sejak masa reformasi. “Jadi siapapun yang mengisi posisi itu nanti harus mampu bikin terobosan,” imbuhnya.

Menurut Khairul, sejatinya jabatan Wapang bukanlah sesuatu yang ideal. Namun, berkaca pada banyaknya jumlah perwira bintang tiga, menjadi masuk akal dan ada urgensinya. “Diantaranya sejumlah posisi bintang tiga, yang harus dikendalikan,” katanya.

Namun jika mengacu pada supremasi sipil, menurut Khairul, idealnya justru jabatan Panglima TNI-lah yang seharusnya tidak perlu ada.

“Amerika Serikat misalnya, mereka tak punya panglima angkatan bersenjata. Yang ada adalah chairman of the joint chief of staff atau sering diterjemahkan sebagai kepala staf gabungan,” katanya.

Terkait mekanisme dan kriteria pengisian jabatan Wapang TNI ini, Khairul mengatakan ada dua pola yang bisa dijadikan landasan. Pertama, dengan kriteria yang sama seperti Panglima TNI, yaitu berasal dari perwira yang pernah atau sedang menjabat kepala staf angkatan.

Kedua, yaitu promosi dari bintang tiga ke bintang empat tanpa harus melalui jabatan kepala staf angkatan. Jika pola pertama yang dipakai, maka hanya ada tiga kandidat yakni para kepala staf TNI yang ada saat ini. Tapi jika pola kedua yang digunakan, maka jabatan ini menjadi lebih kompetitif.

“Ada banyak perwira bintang tiga yang berpeluang, terutama yang pernah atau sedang memimpin kotama-kotama (komando utama) operasional dan jabatan strategis lainnya,” pungkasnya.

Sekedar mengingatkan, Wapang merupakan koordinator pembinaan kekuatan TNI guna mewujudkan interoperabilitas Tri Matra Terpadu, yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Panglima.

Jabatan Wapang terakhir ditempati oleh Fachrul Razi, 20 tahun lalu. Fachrul Razi menjadi wakil Wiranto ketika itu. Setelah Fachrul purna tugas, Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur saat itu menghapus jabatan tersebut. Fachrul sendiri kini menjabat sebagai Menteri Agama di Kabinet Indonesia Maju.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *