Ini Kritik Sampoerna Terkait Kenaikan Tarif Cukai Rokok Pada Januari 2020

  • Whatsapp
Direktur Urusan Eksternal HM Sampoerna, Elvira Lianita.

INDOPOLITIKA.COM- PT HM Sampoerna Tbk melalui Direktur Urusan Eksternal HM Sampoerna, Elvira Lianita, mengkiritisi langkah pemerintah menaikkan tarif cukai rokok pada Januari 2020 mendatang.

Elvira mengatakan, dalam membuat kebijakan seharusnya Kementerian Keuangan juga mempertimbangkan faktor kepastian usaha. Industri juga membutuhkan iklim persaingan usaha yang adil bagi seluruh pelaku industri hasil tembakau di Indonesia.

Baca Juga:

“Praktik menetapkan tarif cukai rokok setiap tahun atau merevisi kebijakan cukai yang telah ditetapkan tidak hanya bertentangan dengan prinsip pembuatan kebijakan yang baik, tetapi juga telah menciptakan ketidakpastian terhadap industri,” ujar Elvira dalam keterangan tertulis, Senin (28/10/2019).

Elvira mengatakan, kenaikan tarif cukai rokok tahun 2020 merupakan kenaikan terbesar dalam 10 tahun terakhir. Kenaikan itu tentunya akan memukul industri hasil tembakau Tanah Air. Seharusnya rencana kebijakan yang baik itu dilakukan dengan kolaborasi, transparansi, dan perencanaan yang matang.

“Jika tidak, perubahan kebijakan tarif cukai hasil tembakau yang drastis ini akan menciptakan ketidakstabilan dalam industri yang menyerap sekitar enam juta tenaga kerja yang mencakup petani tembakau dan cengkih, pekerja pabrikan, dan para peritel,” tambahnya.

Lantas apakah kenaikan tarif cukai rokok tersebut akan mempengaruhi HM Sampoerna? Elvira mengatakan, perusahaannya hinngga hari ini belum mengukur seberapa besar dampak kebijakan itu ke perusahaan.

“Masih terlalu dini untuk mengukur dampak kebijakan tersebut terhadap bisnis kami,” tuturnya.

Seperti diketahui, pada Januari 2020 tarif cukai rokok dipastikan naik. Keputusan kenaikan itu dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152/ PMK.010/2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 146/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Kenaikan rata-rata tarif cukai rokok tertimbang sebesar 21,55 persen dan harga jual eceran rata-rata naik 35 persen.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *