Ini Penyebab Kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an Mahasiswa UIN Bermasalah  

  • Whatsapp
Seminar LPMQ Kemenag RI di Jakarta (Foto: NU Online/Syakir NF)

INDOPOLITIKA.COM – Kepala Bidang Pengkajian Al-Qur’an LPMQ Kementerian Agama RI, H Abdul Aziz Sidqi menyampaikan, sangat wajar keragaman kemampuan membaca Al-Qur’an mahasiswa UIN, mengingat latar belakang mereka yang bermacam-macam.

Abdul Aziz juga mengatakan pendidikan Al-Qur’an ini semakin berkembang dalam satu dekade terakhir. Tak ayal, banyak siswa di tingkat pendidikan dasar sudah memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an. “Di SD dan MI, itu hampir bisa membaca Al-Qur’an bahkan tidak sedikit juga yang hafal Al-Qur’an 30 juz,” katanya melansir laman NU-online.

Baca Juga:

Abdul Aziz sangat berharap gairah pendidikan dan pembelajaran Al-Qur’an yang tinggi itu juga dapat memberikan dampak positif terhadap mahasiswa UIN ke depan. “Alhamdulillah, di Indonesia pada dekade terakhir ini sangat menggembirakan. Saya berharap pembelajaran Al-Qur’an marak ini berdampak pada mahasiswa UIN,” harapnya.

Sebelumnya, Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia meneliti kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) mahasiswa dari 14 Universitas Islam Negeri (UIN) di seluruh Indonesia.

Salah satu peneliti, Zainal Arifin Madkur menyampaikan bahwa penelitian ini dilakukan guna mengetahui gambaran program peningkatan kemampuan BTQ dan faktor kemampuan BTQ mahasiswa UIN mengingat beragamnya latar belakang mereka.

Selain itu, lanjutnya, penelitian ini juga dilaksanakan untuk memberikan rekomendasi terhadap kebijakan nasional berkaitan dengan kemampuan BTQ. “Rekomendasi mendorong kebijakan nasional dalam menyikapi BTQ, masukan bagi semua pihak yang punya kaitan dan kepentingan terhadap pengajaran Al-Qur’an,” ujarnya.

Hasil penelitian ini disampaikan oleh tim peneliti kepada 70 peserta dari berbagai lembaga yang konsen terhadap pendidikan Al-Qur’an. Hasil ini akan diberikan tanggapan oleh Direktur Perguruan Tinggi Islam Prof Arskal Salim dan H Abdul Aziz Shidqi.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *