Inilah Kelebihan Isdianto-Suryani Dibandingkan Pesaingnya di Pilkada Kepri

  • Whatsapp

Peneliti Lembaga Survei Stratak Indonesia Octarina Soebardjo menilai pasangan Isdianto – Suryani merupakan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur pada pilkada 2020 yang paling diuntungkan.

“Pak Isdianto diuntungkan karena dia adalah petahana. Apalagi posisi Isdianto yang sendirian memimpin Kepri sekarang ini, menempatkannya sebagai bintang bersinar. Tak bisa dipungkiri posisi ini akan mempermudahnya dikenal publik dan jadi pusat perhatian,” kata Octarina kepada media di Tanjungpinang, Ahad (19/7).

Berita Lainnya

Sebagai petahana, Isdianto dinilai mempunyai otoritas, networking, serta fasilitas. Isdianto bisa dengan mudah bertemu dengan masyarakat dan tentu dengan para pendukungnya kapanpun dan dimanapun dia mau.

“Kandidat lain dipastikan akan repot untuk berkeliling provinsi kepulauan ini, daya jangkau mereka lebih terbatas. Sehingga sangat mungkin mereka akan fokus berkampanye di Kota Batam atau Tanjungpinang dan Bintan saja,” ujarnya.

Octarina juga menilai Suryani yang merupakan pendamping Isdianto jauh lebih berkualitas dibanding pesaingnya yakni istri Walikota Batam, Marlin Agustina. Pengalaman Suryani sebagai politisi perempuan dan ustadzah pembina Majelis Taklim adalah kelebihan tak terbantah. Suryani sudah tiga periode menjadi anggota DPRD Provinsi Kepri yakni periode 2009-2014, periode 2014-2019 dan periode 2019-2024. Sebagai kader partai dakwah tentu Suryani memiliki sederet pengalaman dakwah dan juga menjadi ustadzah. Sementara Marlin lebih banyak berpengalaman sebagai pendamping pejabat ketimbang menjadi pejabatnya.

Octarina menyampaikan jika pasangan Isdianto-Suryani mampu meyakinkan publik bahwa mereka solid, bisa bekerjasama dan komitmen menjalankan progran kerjanya, tak ada alasan pasangan ini untuk kalah.

“Pasangan ini seharusnya menjadi yang terkuat. Isdianto adalah petahana, Suryani adalah politisi perempuan berpengalaman. Mereka punya jaringan pemenangan dan jaringan kader yang militan. Tinggal bekerja dengan strategi dan taktik yang jitu saja, saya memprediksi mereka akan menang. Tapi kalau salah jalan atau salah strategi, Ansar-Marlin akan jadi kuda hitam,” pungkasnya. (ind)

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *