Innalillahi, Mufti Damaskus Suriah Syekh Adnan Meninggal Karena Ledakan Bom

  • Whatsapp
Mufti Agung Damaskus, Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni

INDOPOLITIKA.COMInnalillahi wa inna ilahi rajiun. Kabar duku datang dari umat Islam Suriah. Salah satu ulama terkemukaSuriah yang menjabat sebagai Mufti Agung Damaskus, Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni meninggal, pada Kamis (22/10/2020) waktu setempat.

Menurut kantor Berita Resmi Suriah, Syrian Arab News Agency (SANA), yang mengutip pernyataan Kementerian Wakaf, Syekh Adnan al-Afyouni tewas akibat bom yang ditanam di mobilnya di kota Qudsaya, barat laut ibu kota Damaskus.

Berita Lainnya

Al-Afyouni merupakan mufti Muslim Sunni untuk provinsi Damaskus dan dianggap dekat dengan Presiden Bashar al-Assad yang berasal dari cabang Alawit dari Islam Syiah.

Syekh Adnan Al-Afyouni mufti dari Damaskus dan daerah pinggirannya, menjadi martir setelah teroris membom mobilnya di kota Qudsaya, Damaskus,” demikian laporan dari Kantor Berita Resmi Suriah, Syrian Arab News Agency (SANA).

Laporan tersebut tidak menjelaskan rinci detail kelompok mana yang bertanggungjawab atas pembunuhan keji tersebut. Pada September 2016, al-Afyouni memimpin salat untuk merayakan liburan Iduladha di Daraya di luar Damaskus, setelah pemberontak terakhir dievakuasi pada Agustus berdasarkan kesepakatan penyerahan.

Saat itu, al-Afyouni memuji Daraya sebagai teladan bagi Suriah. “Daraya adalah bukti hidup bagi semua warga Suriah, satu-satunya pilihan yang tersedia bagi Anda adalah rekonsiliasi dan meninggalkan pertempuran,” kata al-Afiyouni kala itu.

Dilansir Sputnik News, al-Afyouni adalah salah satu ulama Suriah dan tokoh Islam yang paling terkemuka. Dia merupakan anggota Dewan Fiqih di Kementerian Wakaf.

Almarhum juga memimpin Pusat Islam Internasional Syam yang bertugas melawan ekstremisme. Dilansir AFP, Pengawas Perang Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan ulama berusia 66 tahun itu memainkan peran kunci dalam mencapai kesepakatan rekonsiliasi dengan para pemberontak di pinggiran ibu kota selama perang sembilan tahun di negara itu.

Pihaknya juga mengatakan ledakan relatif jarang terjadi di dalam dan sekitar ibu kota sejak pasukan pemerintah mengusir pemberontak dan jihadis terakhir pada 2018. Setelah serangkaian kemenangan militer yang didukung oleh sekutu utama Rusia, pemerintah telah mendapatkan kembali kendali atas sekitar 70 persen negara itu. Perang Suriah telah menewaskan lebih dari 380 ribu orang dan membuat jutaan orang mengungsi dari rumah mereka sejak penindasan protes anti-pemerintah pada 2011. [ind]

 

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *