INDOPOLITIKA – Kabar duka menyelimuti dunia musik Indonesia. Ryan Kyoto, musisi senior yang dikenal sebagai pencipta lagu sekaligus penyanyi, dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (28/1/2026).
Informasi meninggalnya musisi senior Ryan Kyoto tersebut disampaikan melalui unggahan resmi Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) di media sosial.
Dalam unggahannya, AKSI menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas kepergian sosok yang telah memberi warna penting dalam perjalanan musik Indonesia, khususnya pada era 1980-an hingga 1990-an.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Keluarga besar AKSI turut berduka cita atas berpulangnya Ryan Kyoto, pencipta lagu dan penyanyi senior yang telah mewarnai industri musik Tanah Air,” tulis AKSI dikutip Kamis, (29/1/25).
Mereka juga mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan keikhlasan.
Rasa duka juga datang dari kalangan musisi senior. Penyanyi Fryda Lucyana mengungkapkan kesedihannya atas wafatnya Ryan Kyoto melalui pesan singkat yang diterima media.
“Kami sekeluarga menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya abang kami, Bang Ryan Kyoto,” ujar Fryda.
Ia mengenang almarhum sebagai sosok penting di balik sejumlah lagu populer, seperti Pasrah yang dipopulerkan Ermy Kullit, Cinta Jangan Kau Pergi yang dinyanyikan Sheila Majid, serta Sumpahku yang dibawakan sendiri oleh Fryda, selain berbagai karya indah lainnya.
Unggahan AKSI pun dibanjiri ucapan belasungkawa dari warganet dan insan musik. Salah satu musisi, Piyu, turut menyampaikan pesan duka sekaligus harapan agar semangat almarhum dalam memperjuangkan hak cipta musisi tetap dilanjutkan.
“Ikut berduka cita. Semoga semangat perjuangan almarhum dalam memperjuangkan hak cipta bisa terus berlanjut dan terwujud,” tulisnya.
Tak hanya itu, unggahan terakhir Ryan Kyoto yang menampilkan kebersamaannya dengan penyanyi asal Malaysia, Siti Nurhaliza, juga dipenuhi doa dan ungkapan kehilangan dari para penggemar.
Kepergian Ryan Kyoto meninggalkan duka mendalam sekaligus jejak karya yang akan terus dikenang dalam sejarah musik Indonesia. (Nul)












Tinggalkan Balasan