Investasi Bodong LS Grup: 53 Korban Merugi Rp 15,6 Miliar, Polisi Tetapkan Satu Tersangka  

  • Whatsapp
Polres Metro Jakarta Barat gelar rilis perkara dugaan investasi bodong LS Grup.

INDOPOLITIKA.COM – Investasi bodong kembali memakan korban. Kali ini, para korban yang tergiur trading forex dengan nama Lucky Star Group itu bahkan merugi hingga Rp 15,6 miliar. Dalam kasus ini, polisi menetapkan satu orang sebagai tersangka.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo saat konferensi pers di kantornya, Selasa (8/6/2021) mengatakan, pihaknya menetapkan satu orang tersangka kasus dugaan investasi bodong ini. “Kami berhasil tangkap seorang tersangka HS. Di mana yang bersangkutan melakukan atau manfaatkan trading forex dengan nama Lucky Star Group,” katanya.

Berita Lainnya

Dijelaskan Ady, meski perusahaan trading forex Lucky Star Group terdaftar di Kementrian Hukum dan Ham (Kemnkumham), namun dalam prakteknya diduga ada oknum yang melakukan penipuan. “Sehingga yang bersangkutan menampung dana dari masyarakat yang tidak dilakukan trading sama sekali,” ujar Ady.

Ady mengungkapkan, tersangka menggaet para korban dengan strategi promosi yang tidak masuk akal. Di mana, tersangka menawarkan keuntungan profit hingga 4-6 persen dan bonus barang-barang mewah.

Selain itu, Ady melanjutkan, tersangka melakukan promosi di media sosial dengan memberi hadiah barang mewah seperti handphone, mobil mewah, paket liburan dan lain-lain.

“Yang bersangkutan (melalukan promosinya) dengan mengambil gambar-gambar tersebut di google dan direkayasa digital dan itu jadikan sesuatu yang menarik bagi konsumen dan calon korban,” ungkap Ady.

“Tersangka bilang perusahaannya berada di Belgia. Tapi itu tidak benar, Lucky Star terdaftar di Indonesia,” tambahnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, dana-dana yang diambil dari masyarakat sebagai modus penipuan investasi forex ini, tidak masuk ke rekening perusahaan, akan tetapi masuk ke rekening atas nama pribadi tersangka.

“Dari hasil penggeledahan rumah tersangka, kita baru bisa mengidentifikasi 53 orang. Di mana dari bukti-bukti yang kita kumpulkan kerugian yang ditimbulkan Rp15,6 miliar,” pungkas Adi.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa perlengkapan tersangka untuk bekerja, yakni laptop, handphone, hardisk, buku tabungan dengan tiga nomor rekening berbeda dan dokumen data peserta investasi.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 378 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan atau 372 KUHP tentang Penipuan dan atau penggelapan degan pidana penjara maksimal empat tahun. [ind]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *