IPDN Genggam Erat Tangan Suaminya Selepas Dicopot sebagai Dandim

  • Whatsapp
IPDN nampak menggenggam erat tangan suaminya, Hendi Suhendi usai prosesi serah terima jabatan Dandim Kendari, Sabtu (12/10)/Foto/Jojon/Antara

INDOPOLITIKA.COM– Prosesi pelepasan jabatan Kolonel Hendi selaku Komandan Distrik Militer 1417 Kendari, Sulawesi Tenggara, di Aula Sudirman Korem 143 Haluoleo, di Kendari, Sabtu (12/10) berlangsung haru.

Istri Kolonel Hendi, IPDN turut mendampingi suaminya saat itu. Meski berusaha untuk terlihat tegar, IPDN yang mengenakan seragam hijau Persatuan Istri Tentara (Persit), beberapa kali terlihat menunduk dan meneteskan air mata.

Baca Juga:

Bahkan, selepas prosesi serah terima jabatan, IPDN nampak menggenggam erat tangan suaminya yang disambut juga oleh Kolonel Hendi. Sebagai pasangan suami istri, mereka berusaha saling menguatkan satu sama lainya.

Sejatinya, Kolonel Hendi baru tiga bulan menduduki posisinya saat itu. Namun, postingan istrinya di media sosial mengubah jalan karir militernya. Sebagai seorang prajurit, Kolonel Hendi menerima apapun keputusan komandanya, termasuk mencopot jabatan dirinya.

Hendi bahkan harus menerima hukuman ditahan selama 14 hari kedepannya. Sementara istrinya, IPDN akan dihadapkan pada proses pengadilan umum, atas dugaan melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Saya terima, jadikan pelajaran, saya terima salah. Apapun keputusan dari pimpinan saya terima, dan memang itu mungkin pelajaran bagi kita semua,” ujar Hendi kepada sejumlah wartawan usai Sertijab di Aula Sudirman Makorem Kendari, Sabtu siang.

Seremoni serah terima jabatan Komandan Distrik Militer 1417 Kendari yang dilangsungkan di Aula Sudirman Korem 143 Haluoleo turut dihadiri jajaran Kodim se-Sultra, perwira Korem 143 Haluoleo, jajaran Danramil, Komandan Batalyon 725 Woroagi, anggota dan pengurus Persit.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *