PilkadaSurvei

iPol Indonesia: Elektabilitas Herman Deru-Mawardi Yahya Unggul 30,64 Persen di Pilgub Sumsel

Dua Kandidat Pilkada Sumsel, Herman Deru-Mawardi Yahya (HDMY) dan Dodi-Giri berpeluang memenangkan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumsel periode 2018-2023. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan pasangan Ishak-Yudha memberikan kejutan sebagai alternatif atau kuda hitam pada pesta rakyat Sumsel nantinya.

“Secara perolehan suara dan tren terkini harus diakui elektabilitas Herman Deru-Mawardi Yahya masih unggul tipis untuk memenangi pertarungan dengan meraup 30,64 persen suara, kemudian pasangan Dodi-Giri mengambil 29,46 persen suara disusul pasangan Ishak Mekki-Yudha 26,74 persen serta posisi akhir diambil pasangan Saefudin Aswari-Irwansyah 12,43 persen,” kata Direktur iPol Indonesia Petrus Hariyanto saat menyampaikan keterangan pers, di Hotel Zuri, Selasa (25/06).

Dijelaskan Petrus, hasil riset iPol Indonesia secara cermat dengan memberi cara pandang beda terhadap kompetisi Pilgub Sumsel 2018 melalui metode Mix Methode yang membaca dan memprediksi kemenangan kandidat berbasis teknologi politik pemenangan pemilu, Big Data dan jaringan iPol di Indonesia. Semua data dan analisa, dikaji secara mendalam oleh tim ahli di iPol Riset – iPol Institute dan iPol Success sebelum data dirilis.

Hasil dalam rilis ini menggabungkan enam elemen data itu, yakni data peta politik pilgub 2018, 2013 (kecenderungan 10-15 tahun terakhir) dan pergerakan sebaran suara kandidat 2018. Kemudian, data karakteristik tren elektabilitas tetap sekitar hampir 6 juta pemilih di sumsel, riset tokoh berpengaruh di sumsel, data viral di sosmed/cartografi (unsur menarik/beda/lucu-identitas-koneksi-partisipasi-iperan).

“Selanjutnya, big data Ipol Media Monitoring (monitoring terkini pergerakan trend and issue media minitoring), serta data hasil pantauan pergerakan jaringan Ipol Indonesia (pengkondisian tim pemenangan kandidat, saksi dan pergerakan suara pasti dan pengamanan),” sambungnya. (ds)

Tags

Artikel Terkait

Close
Close