INDOPOLITIKA.COM – Kapolri Idham Azis didesak merombak ulang komposisi tim penasihat ahlinya. Sebab, salah seorang diantara tim penasihat itu disebut-sebut merupakan pengurus Parpol besar di tanah air. Karena itu, untuk menjaga independensi Kapolri, keberadaan tim ahli itu perlu di evaluasi kembali.

Hal itu disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane. Dia mengatakan, salah satu tim penasihat Kapolri masih aktif menjabat sebagai Ketua Badan Advokasi dan Hukum sebuah partai politik besar.

“Baru kali ini tim ahli Kapolri yang nama-namanya dibuka ke publik. Selain terbuka, anggota penasehat ahli kapolri ada yg menjadi pengurus partai politik dan ada yang menjadi konsultan rekanan di kepolisian. IPW khawatir hal ini akan mengganggu profesionalisme dan independensi Polri ke depan,” katanya dalam siaran pers yang diterima indopolitika Selasa pagi (28/1).

Dia menyebutkan, Kapolri-Kapolri sebelum Idham Azis selalu berupaya menghindari masuknya pengurus partai dalam komposisi tim ahlinya. Namun, di era Idham Azis saat ini, pengurus Parpol besar akhirnya lolos dan dipilih menjadi tim ahli.

“Sebab itu Idham Azis perlu kembali melakukan cek ulang terhadap anggota penasehat ahlinya,” katanya.

Dia juga mengungkapkan, selama ini keberadaan penasehat ahli itu hanyalah sebagai instrumen tinktank bagi Kapolri yang bersifat tertutup. Sehingga anggotanya bisa lebih leluasa dalam melakukan gerakan untuk memberi masukan kepada Kapolri. “Tapi di zaman Idham Azis ini berbeda,” katanya.[ab]

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com