INDOPOLITIKA – Situasi di Tel Aviv memanas dan mencekam pada Sabtu malam waktu setempat setelah Iran melancarkan serangan balasan terhadap Israel dan kepentingan Amerika Serikat di kawasan. Serangan tersebut merupakan respons atas operasi militer besar yang sebelumnya diklaim dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Sebelumnya, Amerika Serikat bersama Israel menyatakan telah melakukan “operasi tempur besar-besaran” terhadap Iran dan mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam serangan tersebut. Klaim itu segera memicu reaksi keras dari Teheran yang menyebut akan memberikan balasan setimpal.

Tak lama berselang, sirene peringatan serangan udara berbunyi di sejumlah wilayah Israel, termasuk Tel Aviv. Warga bergegas menuju tempat perlindungan bom ketika sistem pertahanan udara Israel diaktifkan untuk mencegat rudal yang masuk. Ledakan terdengar di beberapa titik, memicu kepanikan dan penghentian aktivitas kota.

Layanan darurat nasional Israel, Magen David Adom (MDA), melaporkan sedikitnya 20 orang mengalami luka-luka akibat gelombang terbaru serangan Iran. Seorang pria berusia 40 tahun dilaporkan dalam kondisi serius akibat luka pecahan proyektil. Korban lainnya mengalami luka ringan hingga sedang dan telah mendapatkan perawatan medis.

Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat serpihan rudal dan dampak gelombang kejut. Aparat keamanan menutup beberapa ruas jalan utama untuk mempermudah proses evakuasi dan sterilisasi lokasi terdampak. Otoritas setempat mengimbau warga untuk tetap berada di dekat ruang perlindungan dan mengikuti instruksi keselamatan.

Dampak serangan juga dirasakan di sektor transportasi dan ekonomi. Beberapa penerbangan dari dan menuju Israel dilaporkan tertunda atau dialihkan demi alasan keamanan. Aktivitas komersial di sejumlah kawasan bisnis Tel Aviv turut terhenti sementara.

Hingga kini, situasi masih berkembang dan berpotensi memicu eskalasi lebih luas di kawasan Timur Tengah. Komunitas internasional menyerukan penahanan diri dari semua pihak guna mencegah konflik semakin meluas dan menimbulkan korban yang lebih besar.(red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com