INDOPOLITIKA.COM – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menepati janjinya melakukan serangan pembalasan terhadap zionis Israel yang menyerang kantor Kedubes Iran di Damaskus, beberapa waktu lalu.  

Pada Sabtu (13/4/2024) malam, Iran melancarkan berbagai serangan ke wilayah pendudukan. Serangan balasan itu terjadi setelah dua minggu kesabaran strategis dan perencanaan yang cermat serta eksekusi yang sempurna, yang mengejutkan rezim dan para pendukung Barat.

Serangan Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus telah mengakibatkan gugurnya Brigadir Jenderal Mohammad Reza Zahedi, seorang komandan senior Pasukan Quds IRGC, wakilnya, Jenderal Mohammad Hadi Haji Rahimi, dan lima perwira militer lainnya.

Setelah serangan pengecut tersebut, yang melanggar hukum internasional dan Konvensi Wina, para pemimpin Iran bersumpah akan memberikan “respons tegas” untuk menggunakan hak mereka untuk membela diri. 

“Menanggapi berbagai kejahatan rezim Zionis, termasuk serangan terhadap bagian konsuler Kedutaan Besar Iran di Damaskus dan kesyahidan sejumlah komandan dan penasihat militer negara kami di Suriah, Divisi Kedirgantaraan IRGC meluncurkan puluhan rudal dan pesawat tak berawak terhadap target-target tertentu di dalam wilayah yang diduduki,” demikian pernyataan IRGC, dikutip dari presstv, Minggu (14/4/2024) pagi.

Kementerian Luar Negeri Iran dalam sebuah pernyataan terpisah memperingatkan akan adanya serangan lebih lanjut dar Iran.

Terkait dengan itu, ‘Operasi Janji Sejati’, yang diluncurkan sebelum tengah malam pada hari Sabtu dan berlanjut hingga dini hari pada hari Minggu pagi, membuat rezim tersebut lumpuh.

Bagaimana pola serangan Iran terjadi terhadap Israel? Serangan itu diawali dengan serangan siber yang diikuti oleh serangan militer.

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com