INDOPOLITIKA – Prosesi pemakaman Rugaiya Usman Wiranto, istri dari Penasihat Khusus Bidang Politik dan Keamanan Jenderal (Purn) TNI Wiranto, berlangsung penuh haru dan khidmat.
Wiranto, mantan Panglima TNI itu tak mampu menahan air mata ketika jenazah pendamping hidupnya itu diturunkan ke liang lahat di kompleks pemakaman keluarga Astana Wukir Sirna Raga, Delingan, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (17/11/2025).
Ratusan pelayat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir, mulai dari keluarga, kerabat, hingga tokoh-tokoh penting, termasuk mantan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Iring-iringan mobil jenazah tiba sekitar pukul 09.32 WIB, disambut para anggota TNI yang kemudian mengangkat peti menuju cungkup pemakaman. Wiranto berjalan di depan rombongan, menunjukkan duka mendalam atas kepergian sang istri.
Sebelum pemakaman, keluarga menggelar salat jenazah yang dipimpin salah satu cucu almarhumah. Usai salat, suasana semakin emosional. Tangis dan pelukan memenuhi area pemakaman, menandai kesedihan keluarga besar.
Dalam prosesi penurunan jenazah, putra dan cucu Rugaiya berada di liang lahat untuk mengangkat dan menata posisi jenazah. Wiranto berdiri di barisan terdepan, menyaksikan detik-detik terakhir sebelum jasad istrinya dikebumikan.
Ketika lantunan adzan dikumandangkan, air mata kembali mengalir dari mata mantan Menko Polhukam itu, diiringi helaan napas panjang yang menunjukkan beratnya melepas pasangan hidup yang telah menemaninya selama puluhan tahun.
Usai pemakaman, Wiranto menaburkan bunga di atas pusara istrinya, yang wafat di Bandung pada Minggu (16/11/2025).
Di sekitar makam, tampak berjejer karangan bunga dari berbagai tokoh nasional, termasuk dari Presiden Prabowo Subianto, Menteri Sekretaris Negara, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, serta pejabat dan sahabat lainnya.
Suhud Purwadi, juru kunci Astana Wukir Sirna Raga, menjelaskan bahwa kompleks tersebut merupakan makam keluarga besar Wiranto. Beberapa anggota keluarga dari berbagai daerah juga telah dipindahkan ke lokasi yang sama.
“Di sini ada makam kakek, nenek, bapak, ibu, paman, bibi, sampai cucu. Makam ini memang khusus keluarga,” ujarnya kepada wartawan. (Nul)











Tinggalkan Balasan