Isdianto Pelopori Pakta Integritas Pejabat di Kepri Bebas Narkoba, Ini Tiga Poin Penegasannya

  • Whatsapp
Pegawai Provinsi Kepri menunjukan dokumen pakta integaritas 'lawan' narkoba, usai ditandatangani bersama, kemarin.

Pakta Integritas itu berisi tiga poin yang ditandatangani pegawai dan Kepala OPD terkait. Poin-poinnya, pertama tidak akan melibatkan diri baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap penyalahgunaan narkotika dan barang terlarang sejenis lainnya. Kedua berperan aktif dalam upaya pencegahan, pemberantasan,  narkoba di lingkungan kerja maupun di luar lingkungan kerja.

Ketiga, mematuhi terhadap segala peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang Narkoba, Psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA). Terakhir, bersedia dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berupa pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Aparatur Sipil Negara, apabila melakukan perbuatan penyalahgunaan NAPZA.

Baca juga:

Isdianto minta tiap OPD segera menyelesaikan penandatangan Pakta Integritas itu. Jika ada pegawai yang tak ingin menandatangani, Isdianto minta segera dilaporkan. Karena penandatanganan ini wajib untuk semua pegawai.

“Di situ ada penegasan bahwa langsung diberhentikan dengan tidak hormat. Kita harus tegas dari instansi sendiri. Karena setiap menghadiri acara yang anak muda pelajar dan mahasiswa, saya selalu mengatakan untuk menjauhi dan memerangi narkoba,” kata Isdianto.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, H TS Arif Fadillah, juga mengajak seluruh pegawai di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam rangka pemberantasan narkoba di Kepri.

“Kita harus mendukung kebijakan Bapak Plt Gubernur Kepri untuk bersama membangun. Kita harus satu visi dan satu konsep agar pembangunan ke depan lebih baik,” ujar Arif saat memberikan sambutan pada acara penandatangan pakta integritas anti narkoba kemarin.

Bentuk dukungan tersebut, menurut Arif, salah satunya adalah dengan melakukan penandatangan perjanjian kinerja dan pakta integritas anti narkoba. “Kepri saat ini adalah basis terbesar ketiga untuk pintu masuk dan penyebaran narkoba.  Oleh sebab itu, kami mengajak seluruh pegawai untuk tidak terlibat secara langsung maupun tidak langsung terhadap narkoba yang merusak dan tentunya sangat merugikan,” pungkasnya.{asa}

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *