Isi Surat Terbuka Fadli Zon Untuk Presiden: Jangan Menunda ‘Lockdown’

  • Whatsapp
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon

INDOPOLITIKA.COM – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, meminta Presiden Joko Widodo tidak membuang-buang waktu untuk menerapkan kebijakan lockdown, atau penutupan akses keluar-masuk wilayah tertentu demi mencegah penyebaran virus corona.

Permintaan lockdown itu menjadi salah satu poin dalam surat terbuka yang dikirim ke Jokowi, Senin (23/3/2020). Ia mengaku khawatir jumlah korban virus corona akan bertambah banyak bila kebijakan lockdown tidak segera diterapkan.

Bacaan Lainnya

“Jadi Pak @Jokowi, jangan buang-buang waktu menunda lockdown karena nanti akan lebih banyak korban jatuh,” kata Fadli dalam surat terbuka yang ia unggah di akun Twitter pribadinya, @fadlizon, Senin (23/3/2020).

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI itu mengaku memahami banyak pro dan kontra terkait penerapan kebijakan lockdown, khususnya di Jakarta yang kini disebut sebagai pusat penyebaran virus corona.

Menurutnya, pihak yang kontra umumnya menganggap kebijakan lockdown akan mempercepat krisis ekonomi terjadi di Indonesia. Sedangkan pihak yang kontra, lanjut Fadli, membandingkan dengan langkah Hongkong, Singapura, dan Kota Shanghai (China) yang berhasil menekan angka penyebaran virus corona tanpa menerapkan kebijakan lockdown.

Namun, Fadli berpandangan, langkah membandingkan dengan Singapura, Hongkong, dan Shanghai tidak tepat karena tidak menjadi pusat penyebaran virus corona.

“Singapura, misalnya, memang tak perlu melakukan lockdown karena mereka bisa mengontrol sepenuhnya semua pintu masuk ke negaranya yang jumlahnya memang tak banyak. Sejauh ini jumlah korban meninggal di negara kota tersebut hanya dua orang, itu pun salah satunya pasien dari Indonesia,” tutur Fadli.

“(Hongkong dan Shanghai) tidak di-lockdown oleh pemerintah China bukan karena posisinya sebagai pusat bisnis dan perekonomian, namun karena memang kedua kota itu bukan episentrum wabah corona,” sambung Wakil Ketua DPR periode 2014-2019 itu.

Ia juga mengaku memahami wacana menerapkan kebijakan lockdown di Jakarta merupakan sebuah dilema besar karena dikhawatirkan akan memukul rakyat kecil yang menyandarkan pendapatannya pada kerja-kerja harian.

Namun, Fadli mengingatkan bahwa dikhawatirkan Indonesia tak akan bisa membatasi penyebaran virus tanpa menerapkan kebijakan lockdown. Dia juga menyatakan Indonesia dipastikan akan mengalami krisis virus corona dan krisis ekonomi selama tiga hingga enam bulan mendatang, dengan atau tanpa kebijakan lockdown.

“Satu hal yang ke depan akan sulit disangkal dalam tiga hingga enam bulan ke depan, kedua krisis yang tengah kita alami saat ini, yaitu krisis Covid-19 dan krisis ekonomi, pada akhirnya akan sampai di titik yang sama, dari manapun dimulainya,” ujar Fadli.

Lebih jauh, ia menyarankan agar Jokowi menggunakan anggaran bantuan sosial dan anggaran lain untuk membantu mereka yang terdampak bila pemerintah menerapkan kebijakan lockdown, seperti pekerja harian, tukang ojek, sopir taksi, buruh, tani, pedagang kecil, dan seterusnya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Zon cobalah mengerti dan memahami knp presiden gk lakukan lockdown saat ini anda pasti paham, lebih baik anda bantu pemerintah mengatasi Corona dgn cara dan kemampuan yg anda miliki demi rakyat, mungkin saja bagian dari rakyat tsb pernah mendukung anda duduk di parlemen dan mungkin ada bagian rakyat tsb saat ini ada yg terpapar Corona , inilah saat nya anda balas Budi thd rakyat