Isra Miraj, Perjalanan Spiritualitas Luar Biasa bagi Nabi Muhammad SAW

  • Whatsapp

Indopolitika.com – Isra Miraj merupakan hari dimana perjalanan spiritualitas yang sangat luar biasa bagi Nabi Muhammad SAW. Peringatan ini sangat tepat, karena Bangsa Indonsia, saat ini banyak menghadapi cobaan, bukan hanya perjalanan spiritual, tapi juga perjalanan batin.

Peringatan Isra Miraj merupakan kisah spiritualitas Nabi Muhammad SAW dalam melakukan perjalanan dari Mekkah ke Masjidil Aqsha, dan kemudian ke Sidratul Muntaha.

“Banyak manfaat yang dapat kita petik, salah satunya Allah SWT telah memberikan segala jalan keluar terhadap segala permasalahan yang dihadapi oleh Nabi Muhammad SAW dengan petunjuk salat,” kata Sekretaris Jenderal DPR, Indra Iskandar saat membuka Peringatan Isra Miraj 1440 H dan Santunan Anak Yatim di Masjid Baiturahman, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Indra menjelaskan, sikap Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin yang sangat mementingkan kepentingan umatnya. Ia minta pengurangan salat wajib yang awalnya sangat banyak menjadi salat lima waktu.

“Nabi memikirkan umatnya, sehingga saat ini kita melaksanakan salat wajib lima waktu dalam satu hari. Itu merupakan upaya Nabi meminta kepada Allah agar manusia menjalankan kehidupan dunia dengan baik,” tutur Indra.

Perayaan Isra Miraj bertema “Makna Isra Miraj dalam Memperkokoh Kedisiplinan, Kebersamaan, dan Saling Menghormati”, di lingkungan Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR tersebut merupakan salah satu upaya untuk memotivasi para Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam meningkatkan kinerja, semangat, integritas, serta mendorong kinerja ASN yang profesional di lingkungan Setjen dan BK DPR.

Semantara itu, Ustaz Rasyid, saat memberikan ceramahnya mengungkapkan, lahirnya Isra Miraj berawal dari cobaan yang didapat Nabi Muhammad SAW saat ditinggalkan pamannya, diembargo ekonominya, hingga diusir dari kampungnya yang berakibat goncangan yang luar biasa bagi hati Nabi.

“Nabi mendekat ke manusia dan penguasa tidak ada yang menolong, maka Nabi diundang ke Sidratul Muntaha oleh Allah untuk diobati hatinya melalui perintah salat,” tuturnya.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan