Israel Bakal Makin Barbar Serang Gaza Usai Mendapat Dukungan dari Presiden Joe Biden

  • Whatsapp
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Foto: Reuters

INDOPOLITIKA.COM – Beberapa warga Palestina tewas dalam gelombang baru serangan Israel di Gaza saat Benjamin Netanyahu bersumpah untuk melanjutkan serangan ‘selama diperlukan’.

Pengeboman Israel di Jalur Gaza telah memasuki hari ketujuh berturut-turut, dengan serangan udara pada Minggu (16/5/2021) dini hari menewaskan sedikitnya empat warga Palestina, melukai puluhan lainnya dan meratakan setidaknya dua bangunan tempat tinggal.

Berita Lainnya

Melansir Alzajeera, Minggu (16/5/2021), rumah kepala Hamas Gaza, Yehya al-Sinwar, juga menjadi sasaran, menurut TV kelompok itu.

Di Tel Aviv, Israel, orang-orang berlari ke tempat perlindungan bom saat sirene peringatan tembakan roket yang masuk meraung di seluruh kota, dan militer Israel meluncurkan sistem pertahanan udara “Kubah Besi” untuk mencegat roket Hamas.

Eskalasi terjadi beberapa jam setelah rudal Israel menghantam kamp pengungsi, menewaskan sedikitnya 10 warga Palestina, termasuk delapan anak – dan merobohkan gedung bertingkat tinggi yang menampung kantor organisasi media, termasuk Al Jazeera.

Dalam pidato yang disiarkan televisi Sabtu malam, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji untuk melanjutkan serangan di Gaza “selama diperlukan”, sementara pemimpin Hamas Ismail Haniya mengatakan “perlawanan tidak akan menyerah”.

Setidaknya 149 warga Palestina, termasuk 41 anak-anak, telah tewas di Jalur Gaza dalam sepekan terakhir. Lebih dari 1.000 lainnya terluka. Di Tepi Barat yang diduduki, pasukan Israel telah menewaskan sedikitnya 13 warga Palestina.

Sedikitnya 10 orang di Israel juga tewas, dengan dua kematian baru dilaporkan pada hari Sabtu. Tentara Israel mengatakan ratusan roket telah ditembakkan dari Gaza ke berbagai lokasi di Israel dan mereka telah menambahkan bala bantuan di dekat daerah kantong tersebut.

Perdana Menteri Israel mengatakan bahwa serangan di Jalur Gaza akan terus berlanjut selama diperlukan. Netanyahu juga mengklaim bahwa menara, yang menampung kantor berbagai kelompok media, termasuk Al Jazeera dan The Associated Press, digunakan oleh kelompok-kelompok Palestina, termasuk Hamas, sebelum dihancurkan oleh tentara Israel.

Perdana menteri mengklaim bahwa Israel menunjukkan “perhatian khusus” untuk menghindari kematian warga sipil dalam serangan di Gaza.

“Operasi Israel di Gaza akan terus berlanjut selama diperlukan untuk mencapai tujuannya,” katanya pada konferensi pers sebelumnya, sembari berterima kasih kepada Presiden AS Joe Biden atas dukungannya.

Diketahui sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Joe Biden berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menegaskan kembali dukungannya yang kuat terhadap hak Israel untuk mempertahankan diri dari serangan roket Hamas dan kelompok teroris lainnya di Gaza, dan mengutuk serangan tanpa pandang bulu terhadap Israel.

Presiden juga berbicara dengan Presiden Otoritas Palestina Abbas dan menyampaikan komitmennya untuk memperkuat kemitraan AS-Palestina. Mereka membahas keinginan bersama agar Yerusalem menjadi tempat hidup berdampingan secara damai untuk semua agama dan dari latar belakang manapun. [ind]

 

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *