Israel Cegat Kapal Bantuan Menuju Jalur Gaza

  • Whatsapp
Kapal yang berisi bantuan untuk ke Gaza dicegat oleh pihak Israel (Foto: Al Jazeera).

Gaza: Sebuah kapal dihadang oleh pasukan Angkatan Laut Israel. Kapal itu bermuatan bantuan bagi warga di Jalur Gaza yang terkepung.
 
Kapal Awda, yang mengangkut sedikitnya 23 orang, melaju untuk mencapai pelabuhan Gaza sekitar tengah hari waktu setempat pada Ahad. Tetapi dialihkan ke pelabuhan Israel Ashdod.
 
Kapal itu adalah bagian dari armada yang berupaya mematahkan blokade selama 12 tahun yang dipaksakan oleh Israel dan negara tetangga Mesir.
 
Mengangkut 16 warga negara yang berbeda, termasuk beberapa warga Israel, Awda berangkat dari pantai Palermo di Italia sepekan yang lalu.
 
Dilansir Al-Jazeera, Senin 30 Juli  2018, kapal berlayar sebagai wahana simbolis untuk menarik perhatian internasional terhadap nasib 1,8 juta orang yang tinggal di Gaza di bawah pengepungan.
 
"Kita tahu kapal itu membawa peralatan medis senilai sekitar USD15.000," lapor reporter Charles Stratford dari Al Jazeera, Senin 30 Juli 2018.
 
Operator pelayaran, yang disebut panitia Break the Siege, mengecam dalam sebuah pernyataan soal pencegatan Israel. Seraya meminta agar negara asal dari orang-orang di atas kapal mengambil tindakan segera.
 
Militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah memantau dan mencegat kapal itu sesuai dengan hukum internasional. Sembari menjamin bahwa bantuan kemanusiaan apa pun yang dibawa kapal itu akan dikirimkan ke Gaza.
 
Pelayaran Awda menjadi yang terbaru dalam serangkaian upaya yang ditujukan untuk mencapai Gaza.
 
Pada 2010, sebuah aksi berubah mematikan ketika tentara Israel menyerbu armada kapal Mavi Marmara Turki, menewaskan 10 warga Turki. Dan pada 2015, armada empat kapal menuju Gaza dialihkan ke Ashdod.
 
Baru pada 2008, dua perahu yang membawa 40 orang berhasil mencapai pantai Gaza. Pada saat itu, Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan telah memberi armada itu izin.
 
Awal bulan ini, Israel menutup perbatasan Karam Shalom (dikenal oleh orang Palestina sebagai Karem Abu Salem) — jalan utama yang menyalurkan kebutuhan pokok bagi penduduk Gaza. Alasannya sebagai pembalasan atas orang Palestina yang membakar lahan Israel.
 
Selain itu, 4.000 nelayan terdaftar di Gaza dilarang oleh Israel dari memancing melewati enam mil laut di lepas pantai. Mereka katakan tidak cukup ruang untuk melayani sekitar 1.000 perahu.
 
Blokade darat, udara, dan laut telah menyebabkan ribuan orang di Gaza melakukan protes di dekat perbatasan Israel, beberapa pekan terakhir. Hal itu juga mendorong warga berlayar dari pantai Gaza sejak Mei dalam upaya mematahkan blokade yang diberlakukan Israel.
 
Kali pertama dalam lebih dari satu dekade, kapal Awda, yang membawa sedikitnya 25 pasien, mahasiswa dan aktivis, berhasil melintasi sembilan mil laut atau setara 16 kilometer sebelum empat kapal perang Israel mengapitnya dan mengarahkannya ke Pelabuhan Ashdod.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *