Internasional

Israel Kembali Blokir Pengiriman Bahan Bakar ke Gaza

Api kembali melahap wilayah perbatasan Gaza, usai pemblokiran bahan bakar oleh pihak Israel yang memicu serangan molotov (Foto: AFP).

Gaza: Israel memberlakukan kembali blokade pengiriman bahan bakar ke Gaza pada Kamis 2 Agustus 2018. Hal ini menimbulkan peluang kekerasan terbaru di Perbatasan Gaza.
 
Setelah dua serangan militer yang mematikan di Jalur Gaza dan gencatan senjata yang dimediasi oleh Mesir dan pejabat PBB bulan lalu, jumlah bom yang diluncurkan di perbatasan untuk membakar lahan pertanian milik warga Israel telah berkurang.
 
Tetapi Rabu 1 Agustus, tercatat terjadi aksi terbaru hingga tujuh kali. Tujuh kebakaran dilakukan secara sengaja oleh pelaku.
 
Dengan aksi tersebut, Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman mengumumkan bahwa penyeberangan barang-barang Kerem Shalom, Israel ke Gaza akan ditutup. Pengiriman bahan bakar akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.
 
"Keputusan itu dibuat mengingat aksi serangan bom Molotov dan gesekan di perbatasan," pernyataan kantor Kementerian Pertahanan Israel, seperti dikutip AFP, Kamis 2 Agustus 2018.
 
Pernyataan kementerian yang dipimpin oleh Avigdor Lieberman ini mengacu pada bentrokan berbulan-bulan di sepanjang perbatasan Gaza antara tentara Israel dan demonstran Palestina.
 
Larangan sebelumnya pada pengiriman bahan bakar berlangsung pada bulan lalu. Tindakan itu membuahkan peringatan dari PBB, mengingat pasokan bahan bakar darurat mulai menipis dan kekurangan mulai mempengaruhi rumah sakit dan sanitasi air.
 
Kondisi tidak jauh berbeda dialami di wilayah pesisir,-yang dikuasai oleh Hamas,- menderita kekurangan listrik yang parah dan bergantung pada generator bertenaga bahan bakar. Generator terpaksa digunakan selama pemadaman yang berlangsung di pesisir.
 
Pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menutup jalur perbatasan ke sebagian besar pengiriman bahan bakar pada 9 Juli sebagai tanggapan terhadap bom dan ketegangan di wilayah yang memisahkan Israel dan warga Gaza. Pada akhirnya Israel pun memperketat blokade untuk menutupi bahan bakar pada 17 Juli.
 
Namun setelah ditekan bertubi-tubi, Israel pun mencabut larangan pengiriman bahan bakar seminggu kemudian. Sementara pengiriman makanan dan obat-obatan terus berlanjut.
 
Kini dengan pemblokiran terbaru, dikhawatirkan kekerasan terbaru yang lebih besar akan terjadai kembali.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close