INDOPOLITIKA – Serangan udara Israel kembali menggempur wilayah Jalur Gaza pada Sabtu (31/1) waktu setempat. Serangan terbaru yang dilancarkan Tel Aviv tersebut menewaskan sedikitnya 11 orang, setelah menghantam warga sipil yang berlindung di tenda-tenda pengungsian.
Mengutip laporan AFP, serangan Israel ini terjadi meskipun gencatan senjata masih diberlakukan di Jalur Gaza sejak Oktober tahun lalu.
Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza yang berada di bawah otoritas Hamas, Munir al-Barsh, mengatakan kepada AFP bahwa sedikitnya 11 orang tewas dan sekitar 20 lainnya mengalami luka-luka.
“Korban jatuh akibat serangan pendudukan yang menyasar warga sipil di sebuah tenda pengungsian dan sebuah apartemen,” ujarnya.
Barsh juga menegaskan bahwa Israel terus melakukan pelanggaran serius terhadap kesepakatan gencatan senjata, di tengah kondisi Gaza yang mengalami krisis parah pasokan medis, obat-obatan, dan peralatan kesehatan.
Gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat dan mulai berlaku sejak Oktober 2025 kini telah memasuki fase kedua pada Januari ini.
Tahapan tersebut seharusnya mencakup pelucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel secara bertahap, serta pengerahan pasukan stabilisasi internasional.(Hny)












Tinggalkan Balasan