Internasional

Israel Perketat Blokade, Ancaman Lebih Besar Datang

Pasukan Israel bergegas padamkan api akibat serangan bom molotov yang dipasang di layang-layang dari Gaza (Foto: AFP).

Gaza: Warga Palestina di Gaza bertekad meningkatkan serangan layang-layang berisi bom molotov ke Israel. Tekad muncul setelah Israel memberlakukan pembatasan atas wilayah yang jadi medan perang itu serta menghalangi pengiriman bahan bakar dan gas.
 
Unit yang disebut "Sons of al-Zawari" menerbangkan ratusan layang-layang dan balon-balon yang dinyalakan api dan bahan peledak di Israel sejak April selama protes di perbatasan. Anggota mereka, yang sering tampil bertopeng Guy Fawkes berjanji untuk melanjutkan serangan mereka sampai Israel mencabut blokade 11 tahun yang melumpuhkan.
 
Israel mengerahkan pesawat tanpa awak untuk melawan senjata buatan sendiri senilai tiga dolar. Pihak Israel berkata, serangan itu telah memicu lebih dari 750 kebakaran, menghanguskan lebih dari 2.600 hektar lahan. Pada Selasa, Israel melaporkan bahwa balon api dari Gaza mendarat di halaman prasekolah dekat perbatasan.
 
Di hari yang sama, Israel memblokir semua pengiriman bahan bakar dan gas melalui Kerem Shalom, satu-satunya jalur yang menyeberang ke Gaza, sampai Minggu. Mereka juga mengurangi zona penangkapan ikan yang diizinkan Gaza dari enam mil laut menjadi hanya tiga mil laut, mencekik penghasilan vital bagi 1,8 juta penduduk Gaza.
 
Selebaran layang-layang menyebutkan bahwa mereka akan meluncurkan lebih banyak bom api.
 
"Semakin (Israel) mengetatkan pengepungan makin banyak api yang akan kita nyalakan. Kami akan memperluasnya untuk mencapai lebih banyak jarak," tambah mereka, seperti dikutip dari Independent, Kamis 19 Juli 2018.
 
Ketegangan antara penduduk Palestina dan Gaza dan pihak Israel mencapai titik didih, awal pekan ini. Ketika gerilyawan menembakkan lusinan roket ke Israel yang menghantam jalur itu melalui lusinan serangan udara dalam bentrok paling sengit sejak konflik 2014.
 
Banyak yang khawatir lonjakan kekerasan akan menandai dimulainya perang keempat antara Israel dan Gaza sejak 2008. Sebuah gencatan senjata yang tegang, dilaporkan ditengahi oleh Mesir, sudah disiapkan.
 
Konflik sengit meningkat selama 12 pekan terakhir sejak ratusan ribu orang Palestina memulai protes mingguan di perbatasan. Mereka menuntut hak kembali ke tanah yang mereka terusir selama perang 1948 yang membentuk negara Israel.
 
Sejak 30 Maret, lebih dari 130 warga Palestina tewas, dan puluhan ribu orang terluka kena tembakan Israel di pagar perbatasan. Tidak ada orang Israel yang mati.
 
Warga Palestina mempertahankan protes damai mereka melawan pendudukan dan telah ditembaki dengan peluru tajam.
 
Militer Israel berkilah para pengunjuk rasa melakukan kekerasan terhadap tentara. Berupaya memotong pagar kawat dan menyebabkan kerusakan senilai ratusan ribu dolar akibat layang-layang api.
 
Israel mengetatkan sanksi atas Gaza yang menumpuk tekanan di daerah enklave sepanjang 48 kilometer yang sudah menderita kelangkaan listrik, makanan, dan air yang kronis.
 
Rumor telah menyebar bahwa Hamas, kelompok militan yang memerintah Gaza sejak 2007, sudah sepakat menghentikan senjata pembakar dalam kesepakatan yang ditengahi Mesir guna mencegah Jalur Gaza "terseret dalam kecamuk perang".

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close