Isran Noor Pastikan Tidak Ada Konflik Lahan Di Lokasi Ibukota Baru

  • Whatsapp
Isran Noor

INDOPOLITIKA.COM – Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor pastikan tidak ada konflik lahan di wilayah calon Ibukota baru. Lahan seluas 366 ribu yang disiapkan itu merupakan lahan milik negara. Bila pun ada lahan yang dipakai untuk pertambangan, pengelola hanya mengantongi hak guna usaha (HGU). Sementara lahan yang di kavling perorangan untuk kebun tradisional tak mengantongi sertifikat kepemilikan.

“Tidak ada konflik lahan. Itu lahan negara semua. Lahan yang dikelola oleh pihak ketiga, oleh masyarakat, berupa HGU. Ada juga yang sudah dikelola, jadi tambang. Jadi kebun walaupun tidak ada sertifikat hak milik,” katanya

Bacaan Lainnya

Dia membantah adanya isu konflik lahan di sana. Lokasi yang akan jadi tempat dibangunnya istana negara dan instansi pemerintah berada di atas lahan legal. Lahan milik pemerintah. “Jadi, tidak benar kalau ada kabar ada konflik tanah disana,” katanya

Terkait dampak-dampak perubahan terhadap masyarakat adat, Politikus yang diusung Gerindra dan Demokrat itu juga memastikan tidak ada. Dia mengungkapkan, di area sekitar lokasi pembangunan pusat pemerintahan dihuni pendatang.

“Masyarakat adat disana itu tidak mendominasi. Kenapa? Karena masyarakat adatnya itu sedikit. Ada di daerah pedalaman,” katanya.

Dia menjelaskan, 35 persen penduduk Kalimantan Timur berasal dari Pulau Jawa, 27 persen dari Sulawesi. Mereka menempati area sekitar lokasi Calon Ibukota baru. Sisanya berasal dari Kutai, Dayak dan Banjar. Jadi, kata dia, jumlah masyarakat adat sangat sedikit.

“Sangat kecil. Nggak ada masalah,” katanya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *