INDOPOLITIKA.COM – Bencana gempa bumi terburuk dalam beberapa dekade terakhir di wilayah ini melanda Turki selatan dan negara tetangga Suriah, menewaskan ribuan orang dan jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan upaya tim penyelamat untuk menyisir reruntuhan bangunan.

Dilansir dari Al Jazeera, El Mostafa Benlamlih, koordinator PBB untuk urusan kemanusiaan di Suriah, mengatakan bahwa infrastruktur rusak parah di seluruh wilayah tersebut.

“Sumber-sumber air telah rusak. Kami sangat bergantung pada tangki-tangki air. Banyak di antaranya yang membutuhkan perbaikan serius atau harus diganti,” katanya kepada Al Jazeera.

Ia menambahkan bahwa bahan bakar tidak tersedia dan beberapa rumah sakit rusak.

“Kami membutuhkan banyak bantuan di sini.”

Sementara itu, Osama Abdul Hamid nyaris tidak berhasil keluar hidup-hidup bersama istri dan keempat anaknya ketika gedung apartemen mereka runtuh di desa Azmarin, Suriah barat laut yang dikuasai pemberontak.

Di sebuah rumah sakit di kota Darkush, Idlib barat, Abdul Hamid mengatakan kepada kantor berita The Associated Press bahwa ia dan keluarganya sedang tidur di apartemen mereka ketika mereka terbangun oleh guncangan yang kuat dan berkepanjangan.

“Kami berlari keluar dari apartemen, tetapi sebelum kami mencapai pintu gedung, seluruh bangunan menimpa kami,” katanya.

Sebuah pintu kayu melindungi mereka dari kekuatan terburuk runtuhan – mereka semua berhasil keluar hidup-hidup.

Dia dan istrinya serta tiga anaknya menderita luka di bagian kepala, namun semuanya dalam kondisi stabil.

“Bangunan itu terdiri dari empat lantai, dan dari tiga lantai, tidak ada yang berhasil keluar,” kata Abdul Hamid kepada AP sambil menangis.

“Tuhan memberi saya kesempatan hidup yang baru,” imbuhnya. [Red]

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com