Istri Harun Akui Saat OTT KPK Terjadi Harun Masiku Sedang Berada Di Jakarta

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Istri tersangka Harun Masiku membenarkan suaminya sudah berada di Jakarta saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kepada Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada hari Rabu, 8 Januari 2020, kemarin. Kata istri Harun, Hilda Pada Rabu dini hari Harun mengabarkan dirinya sudah tiba di Jakarta.  Namun setelah itu, ia tidak pernah lagi bisa menghubungi Harun karena nomer ponselnya langsung tidak diaktifkan hingga kini.

“Dia sempat kirim kabar tanggal 7 Januari dia sudah balik Jakarta. Dia sempat kasih kabar jam 12 malam katanya sudah tiba di Jakarta,” kata Hilda.

Berita Lainnya

Hal tersebut diketahui melalui pernyataannya dalam sebuah artikel yang diunggah oleh Politikus Demokrat Jansen Sitindaon ke akun Twitter pribadi miliknya. Jansen mengunggah pernyataan Hilda karena merasa aneh dengan pernyataan yang dilontarkan oleh Menkumham Yasonna Laolly.

Menurut Jansen, Yasonna mengeluarkan pernyataan yang berbeda dengan pengakuan Hilda. Di dalam artikel tersebut, Hilda menyebut kalau suaminya pergi ke Singapura tanggal 6 Januari dan kembali ke Indonesia pada tanggal 7 Januari 2020.

Sementara, Selepas OTT Wahyu Setiawan, muncul pernyataan dari Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang menyebutkan Harun Masiku masih berada di luar negeri sejak kepergiannya tanggal 6 Januari 2020.

“Hallo pak @LaolyYasonna sudah baca pernyataan istri Harun ini? Apa masih kukuh Harun ada di Luar Negeri ketika OTT?” cuit Jansen seperti dikutip Indopolitika.com, Rabu (22/1/2020).

Tak berenti hanya sampai disitu, Jansen pun geram dengan para pihak yang menyatakan Harun tidak berada di Indonesia ketika OTT KPK berlangsung.

Kemudian Jansen pun mengungguah sebuah potongan video CCTV milik bandara Soekarno- Hatta. Dalam video tersebut terlihat sosok Harun kembali ke Jakarta, Selasa 7 Januari dengan menggunakan pesawat Batik Air. Pesawat yang membawa Harun tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 17.03 WIB.

 “Telak benar video ini. Pihak yg menyatakan Harun tidak di Indonesia ketika OTT harusnya dikenakan Pasal 21 Tipikor yg dulu dipakai utk Fredrich Yunadi. Krn secara langsung atau tdk langsung telah merintangi penyidikan thdp tersangka atau saksi dlm perkara korupsi”. Skandal ini!,” Tulis Jansen.

Tak cukup sampai di situ, Jansen lantas mempertanyakan kewenangan Direktorat Jenderal Imigrasi yang dinilai kecolongan atas keberadaan Harun. Baginya, kasus Harun ini harus diselesaikan secara tuntas dan transparan, tanpa ada yang harus ditutup-tutupi.

“Apa begitu lemahkan otoritas imigrasi kita mendeteksi lalu lintas seseorang, atau ada kepentingan lain? Soal ini harus dibongkar sampai tuntas,” imbuhnya.

Setelah informasi tetang Harun sudah tiba di Jakarta menyeruak. Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Ham  Ronny F Sompie pun langsung mengklarifikasi pernyataan sebelumnya.

Sebelumnya, Dirjen Imigrasi berkoordinasi dengan KPK, menyatakan Harun masih berada di Singapura, setelah sebelumnya dikabarkan berangkat ke negeri Singa tersebut pada 6 Januari 2020. Ia pun meminta jajarannya untuk mengecek masalah data perlintasan penumpang di Bandara Soetta.

Kini Ronny  mengakui Harun Masiku telah kembali ke Indonesia dari Singapura pada Selasa 7 Januari 2020, kemarin. Meskipun Harun diketahui sudah berada di Jakarta. Namun keberadaan eks Caleg PDIP tersebut masih menjadi teka-teki selepas ditetapkan sebagai buron Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Harun terseret kasus suap penetapan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI yang melibatkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.[pit]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *