Internasional

Italia dan Malta Terus Berseteru soal Imigran

Kapal kemanusiaan Aquarius berada di dekat pulau Lampedusa, Italia, 26 Juni 2018. (Foto: AFP/PAU BARRENA)

Roma: Italia terus berseteru dengan Malta mengenai siapa yang harus menyelamatkan dan menampung ratusan imigran di Laut Mediterania.

Menteri Perhubungan Italia Danilo Toninelli menuduh Malta mengabaikan tanggung jawabnya dengan tidak menyelamatkan kapal-kapal imigran yang berlayar dari Afrika Utara.

Komentar Toninelli muncul di tengah perseteruan Italia dengan Malta mengenai siapa yang harus menampung 190 imigran. Perseteruan terbaru kedua negara ini sudah berlangsung sejak empat hari terkahir.

Malta menolak membantu sebuah kapal imigran yang terombang-ambing di Mediterania pada Rabu pekan lalu. Meski menolak, Malta bersikeras langkahnya tersebut sudah sesuai hukum internasional.

Dinukil dari kantor berita Express, Senin 20 Agustus 2018, kapal imigran tersebut berada di perairan internasional saat menyiarkan pesan darurat.

Saat posisi kapal itu lebih dekat ke Pulau Lampedusa, penjaga pantai Italia mendekat dan menyelamatkannya.

Namun kapal itu tertahan di Lampedusa sejak empat hari terakhir karena otoritas Italia dan Malta masih berdebat mengenai siapa yang harus bertanggung jawab.


Grafik krisis keimigrasian di Mediterania. (Foto: AFP)

Krisis Keimigrasian

Toninelli menuntut Uni Eropa membuka "seluruh pelabuhannya demi semangat solidaritas." Jika UE setuju membuka semua pelabuhan, maka Italia juga siap menampung beberapa migran.

Pemerintah Italia saat ini, yang meliputi elemen liga sayap kanan, berjanji bertindak tegas terhadap isu kemigrasian usai berkuasa awal tahun ini.

Lebih dari 650.000 imigran mendarat di pantai Italia sejak 2014, meskipun jumlah yang datang saat ini lebih rendah dari tahun lalu.

Sejak menjabat Juni lalu, Menteri Dalam Negeri Matteo Salvini mempelopori kampanye untuk mencegah kapal penyelamat kemanusiaan beroperasi di sekitar pelabuhan Italia.

Dia juga menolak izin beberapa kapal kemanusiaan untuk berlabuh. Pada Juni, ia mengusir kapal penyelamat Aquarius yang mengangkut 630 imigran.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close