Iuran BPJS Masih Naik 100 Persen Bingungkan Masyarakat

  • Whatsapp
BPJS Kesehatan

INDOPOLITIKA.COM – Mahkamah Agung sudah membatalkan kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Hingga kini, iuran BPJS belum turun juga, masyarakat pun bertanya-tanya kapan iuran BPJS kembali ke nominal sebelumnya. BPJS Kesehatan dinilai tidak memberikan kepastian atas pelayanan mereka terhadap masyarakat sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pasalnya, hingga kini, kenaikan 100 persen atas iuran per bulannya masih berlaku.

Ketua Koordinator Nasional Masyarakat Peduli Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (KORNAS MP BPJS), Hery Susanto menyoroti tentang pernyataan Kepala Humas BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma’ruf yang menyatakan pihaknya belum menerima dan masih menunggu salinan putusan Mahkamah Agung (MA) dalam kurun waktu 90 hari setelah putusan itu dibuat.

Bacaan Lainnya

Namun di satu sisi, BPJS Kesehatan juga menunggu terbitnya pengganti Pasal 34 Peraturan Presiden (Perpres) 75/2019 yang kini sedang digodok pemerintah.

“Pernyataan pers BPJS Kesehatan tersebut tidak memberikan asas kepastian pelayanan. Penjelasan bias dan membingungkan, itu ciri BPJS Kesehatan memang tidak sehat,” katanya dalam keterangan yang diterima wartawan, Sabtu (4/4/2020).

“Pemerintah tunggu salinan putusan MA, sampai kapan?” lanjutnya.

Maka dari itu, Hery pun mengajak semua pihak untuk terus mengawasi kinerja dari BPJS Kesehatan. Utamanya pasca putusan MA terkait pembatalan kenaikan iuran.

“Sebab ada potensi penyalahgunaan wewenang bahkan korupsi,” duga Hery Susanto.

Sebelumnya, setelah pemberitaan terkait kenaikan iuran sebesar 100 persen masih berlaku ramai, Kepala Humas BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma’ruf mengaku hingga kini lembaga yang menaunginya belum menerima salinan putusan dari MA.

Namun lanjutnya, jika sudah menerima salinannya, dipastikan dia BPJS Kesehatan siap mengeksekusi keputusan MA tersebut untuk memberlakukan kembali ke tarif semula. Selain itu BPJS Kesehatan akan mengembalikan selisih iuran peserta yang sudah dibayarkan pasca keputusan MA tersebut.

Diketahui, Kenaikan iuran BPJS Kesehatan sudah berlaku sejak 1 Januari 2020 lalu. Sampai saat ini, para peserta Kelas III tetap harus membayar Rp 42 ribu, kelas II Rp 110 ribu dan kelas I Rp 160 ribu tiap bulannya. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Komentar