Jabat Wamenhan, Wahyu Sakti Trenggono Akui Tak Terlalu Paham Alutsista

  • Whatsapp
Wakil Menteri Pertahanan, Wahyu Sakti Trenggono

INDOPOLITIKA.COM – Usai dilantik, Wakil Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju, Wahyu Sakti Trenggono, langsung mendapat penyambutan di lingkungan Kementerian Pertahanan. Wahyu mengaku tidak terlalu paham dengan Alutsista yang menjadi urusan dari kementerian tersebut. Namun ia ingin belajar dari para penjabat di lingkungan Kementrian Pertahanan (Kemenhan).

“Saya mencoba untuk merenung. Kalau di negara maju itu bicara tentang pertahanan tidak hanya alutsista. Jadi saya berpikir di Jepang, Amerika, Australia dan negara-negara barat soal pangan itu juga bagian dari pertahanan. Soal kesehatan juga bagian dari pertahan. Kalau alutsista sudah domainnya militer. Saya nggak paham, malah saya mau belajar dari bapak-bapak di sini,” kata Trenggono dalam sambutannya di hadapan Sekjen (Kemenhan) Agus Setiadji dan jajaran lainnya, Jumat (25/10).

Baca Juga:

Trenggono memprediksi perang di masa-masa mendatang bukan lagi menggunakan senjata fisik. Menurut dia, virus hingga teknologi artificial intelligence (AI) bakal jadi senjata baru dalam perang di masa depan.

“Kalau kita bicara ilmu persenjataan barangkali perang masa depan itu bukan lagi dengan senjata, tetapi virus, penyakit, atau bahkan barangkali yang sekarang ini sudah dengan broadband, teknologi artificial intelligence,” kata Trenggono.

Karena itu, ia termotivasi untuk bekerja maksimal. Trenggono mengatakan bakal mengembangkan teknologi pertahanan sesuai perkembangan zaman.

“Saya berharap tidak terlalu ada gap antara saya kebetulan menjabat sebagai Menteri pak Prabowo tapi saya ingin melebur supaya komunikasi dengan saya lebih nyambung,” sambung mantan bendahara TKN Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Diakui Trenggono akan ada perbedaan saat bekerja di swasta dan di pemerintahan. Menurutnya bekerja di swasta cenderung lebih fleksibel dan mengikuti zaman

Hal ini ia prediksi berbeda dengan kerja di pemerintahan khususnya di bidang pertahanan.

“Karena saya terbiasa di swasta yang cepat sekali begitu lihat ada perubahan kita harus cepat. Enggak perlu kita menunggu departemen lain atau tempat yang lain tapi alangkah baiknya sentral dari konteks pemikiran ketahanan nasional atau pertahanan nasional dalam arti yang sebenarnya bukan pemikiran,” ujar dia.

Seperti diketahui sebelumnya, Presiden Jokowi resmi melantik dua belas wakil menteri usai mengenalkan kepada publik, di Istana Negara, Jakarta. Para wakil menteri ini berasal dari kalangan profesional, partai politik, hingga relawan. (Rif)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *