Jadi Kepala BKPM Hingga Menteri Investasi, Begini Profil Bahlil Lahadalia

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengangkat Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi seiring adanya pembentukan kementerian baru di bidang itu. Jabatan ini jadi titik capaian luar biasa bagi pria 44 tahun yang besar di Papua ini.

Meski lahir di Banda, Maluku Tengah, pria kelahiran 7 Agustus 1976 ini telah tinggal bersama keluarganya di Kabupaten Fakfak, Papua Barat sejak menginjak remaja. Bahlil Lahadalia mengaku bahwa dirinya merupakan menteri yang berasal dari Papua Barat.

Berita Lainnya

“Kalau dipertanyakan saya dari mana, saya dari Fakfak Papua Barat,” ujar Bahlil beberapa waktu lalu, seperti dikutip Rabu (28/4).

Bahlil Lahadalia dikenal sebagai sosok yang pekerja keras. Bahkan sebelum sukses menjadi Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) seperti sekarang, dia pernah bekerja sebagai kondektur, sopir angkot hingga loper koran.

Di usia remaja, Bahlil Lahadalia telah membantu orang tuanya memenuhi kebutuhan hidup. Dulunya, sang ayah bekerja sebagai kuli bangunan, sedangkan ibunya merupakan pembantu rumah tangga. Situasi tersebut terpaksa membuatnya menanamkan jiwa kewirausahaan sejak masih di bangku sekolah.

“Saya lahir bukan dari keluarga pengusaha, saya lahir dari ayah sebagai kuli bangunan dan ibu sebagai pembantu rumah tangga. Tapi justru saya bersyukur dengan keadaan tersebut. Kalau saja saya dilahirkan dari keluarga konglomerat, saya belum tentu bisa seperti ini sekarang,” ungkapnya.

Sejak SD, Bahlil Lahadalia telah membantu kedua orang tuanya dengan berjualan kue. Kemudian saat SMP, ia menjadi kondektur.

Saat mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) Yapis, Fakfak, dia coba membantu keuangan kedua orang tuanya dengan menjadi supir angkot. Tak berhenti di situ, ia mencoba jadi loper koran saat kuliah di Jayapura.

“Saya sejak SD sudah jualan kue bantu orang tua. SMP sudah jadi kondektur angkot di terminal kenal sama preman-preman. SMA jadi supir angkot, waktu kuliah jadi loper koran. Jadi buruh juga pernah buat cari uang untuk hidup,” terangnya.

Alhasil usahanya tersebut turut membantu Bahlil Lahadalia lulus kuliah dengan gelar Sarjana Ekonomi (SE) DI STIE Port Numbay, Jayapura. Kampus tersebut juga yang kemudian mengasah Bahlil untuk bisa menjadi seorang pengusaha sukses asal Papua. [dbm]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *