Jadi Mendagri, Jabatan & Status Jenderal Tito di Kepolisian Dilucuti

  • Whatsapp
Tjahjo Kumolo bersama Jenderal (Purn) Tito Karnavian saat serah terima jabatan di Kantor Mendagri, Jakarta, Rabu (23/10/2019)

INDOPOLITIKA.COM-  Jenderal (Purn) Tito Karnavian masuki alam baru.  Tempati kursi Menteri  Dalam Negeri jabatan sipil dirasakan Jenderal Tito sebagai pengalaman baru setelah mengabdi selama lebih dari 33 tahun di dunia kepolisian. Ditempatnya yang baru, Jenderal Tito merasa ada kultur dan tata nilai yang berbeda dengan kepolisian.

“Ini merupakan pengalaman baru dari kultur yang memiliki tata nilai tersendiri, disiplin dan komando tunggal menjadi kultur yang lebih cair dan fleksibel,” ujar Tito di Jakarta Rabu (23/10/2019).

Baca Juga:

Jenderal Tito merasa terpilihnya ia menjadi Mendagri merupakan momentum yang tak akan dilupakan. Pasalnnya dengan mamangku jabatan Mendagri ini seluruh jabatan dan statusnya di kepolisian dilucuti.

“Jabatan dan amanah yang diberikan oleh Allah melalui Presiden ini membawa konsekuensi karier saya sebagai anggota kepolisian dan Kapolri. Karena menjabat jabatan sipil, maka saya harus berhenti bukan hanya sebagai Kapolri, tetapi juga sebagai anggota Polri,” imbuh Tito.

Dipaparkan Tito, sebagai kementerian tertua, ke depan Kemendagri menghadapi tantangan yang kian kompleks. Dengan adanya otonomi daerah, kepala daerah memiliki kewenangan tersendiri dalam mengurus daerahnya, meski tetap dalam pengawasan Kemendagri sebagai poros pemerintahan dalam negeri.

“Beda menjadi Mendagri di era otonomi daerah, para kepala daerah tidak ditunjuk oleh pusat, tapi melalui pilkada yang dipilih oleh rakyat. Sehingga tidak mungkin bebas dari konflik kepentingan,” terangnya.

Atas dasar tersebut, ia meminta dukungan semua pihak khususnya jajaran Kemendagri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) untuk menjawab tantangan tersebut. “Prinsipnya saya ingin diterima di keluarga besar Kemendagri dan BNPP,” imbuhnya.

Ia juga mengapresiasi kinerja Mendagri sebelumnya yakni;  Tjahjo Kumolo. Menurut Tito, Tjahjo merupakan guru besarnya yang telah banyak mengajari dan memberikan inspirasi di bidang ilmu politik.

“Kami doakan Bapak sehat dan mampu melaksanakan tugas di tempat baru. Bagi saya, Bapak Tjahjo Kumolo merupakan guru besar politik dan bagaimana keluasan ilmu pengetahuan serta kemampuan yang tajam dalam menggali permasalahan, saya belajar dari Pak Tjahjo Kumolo,” ujarnya.

Jenderal (Purn) Tito Karnavian, merupakan lulusan terbaik Akademi Kepolisian (1987) peraih bintang Wiyata Cendekia dan menyandang predikat cum laude pada bidang strategic studies with interest on terrorism di S Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapore pada tahun 2013. Pria kelahiran Pelembang, 26 Oktober 1964 itu juga pernah menjabat sebagai Kapolda Papua (2012), Kapolda Metro Jaya (2015), Kapolri (2016), hingga akhirnya menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri periode 2019-2024 dalam Kabinet Indonesia Maju.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *