Jadi Wakil Anies Harus Tahan Di-Bully

  • Whatsapp
Nurmansyah Lubis dan Riza Patria

INDOPOLITIKA.COM – Ahmad Riza Patria asal Gerindra atau Nurmansjah Lubis dari PKS yang kelak menjadi pendamping Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, suka tidak suka harus siap menerima perundungan alias bully dari kubu sebelah.

 “Anies-Sandi dan penggantinya saat ini adalah dua pilihan Gubernur dan Wakil yang lahir dalam kondisi kontroversial,” kata  pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Adi Prayitno saat dihubungi wartawan kemarin.

Baca juga:

Hal itu disampaikan Adi bukan tanpa sebab. Mengingat kemenangan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu dalam Pilkada DKI 2017 lalu dianggap menggunakan sentimen agama. 

“Jadi harus siap-siap dengan itu semua (bully). Cuma resistensi tidak akan sekeras seperti yang dilakukan ke Anies,” ujar Adi. 

Menurut Adi, Anies bakal terus dibully dikarenakan karir politiknya yang terbilang cemerlang. Sehingga untuk mereka yang sirik atau tidak suka dengan Anies, berusaha menggergajinya dari sekarang. 

“Bicara Anies itu bukan soal Jakarta atau Gubernur. Tapi bicara 2024. Makanya sekarang digergaji satu per satu,” bebernya.

Adi menilai baik Nurmansjah Lubis asal PKS dan Ahmad Riza Patria dari Partai Gerindra memiliki peluang yang sama untuk bisa menduduki kursi DKI 2 yang sudah 17 bulan kosong melompong.

“Tetapi kalau melihat posisi Gerindra yang ada di barisan pemerintah, kecenderungan sentimen koalisi parpol pemerintah relatif menguntungkan Gerindra, karena PKS oposisi sendirian,” jelas Adi. 

Kendati begitu, Menurut Adi, jika ditelisik lebih dalam soal pemilihan Wagub DKI sesungguhnya terletak pada otoritas personal anggota DPRD bukan kelembagaan partai. 

“Di situlah peluang PKS menang. Saat ini semua tergantung bagaimana meyakinkan tiap anggota DPRD,” ungkap Adi. 

Lebih lanjut Adi menyatakan bahwa sejatinya dua kandidat Cawagub DKI yang diusulkan hanyalah sebatas simbol yang tak terlampau mempengaruhi keterpilihan. 

“Yang bisa menentukan adalah mesin partai. Jadi pertarungannya antara Gerindra dan PKS. Apalagi tak ada fit and proper test Cawagub,” pungkas Adi.[ab]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *