Jaga Persatuan Bangsa Lewat Majelis Agung Raja Sultan

  • Whatsapp

JAKARTA-  Para Raja, Sultan, Datuk, Penglesir dan Pemangku Adat yang tergabung dalam Majelis Agung Raja Sultan (MARS) Indonesia datang mengenakan pakaian khas daerah masing-masing untuk audiensi dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Ruang Rapat Utama, Bina Graha (Rabu, 1-8-2018). Kedatangan MARS untuk mendiskusikan tentang upaya menjaga persatuan dan kesatuan NKRI melalui pengeratan budaya. Ketua MARS Indonesia Yang Mulia DR (HC) KGP Panembahan Agung Tedjowulan juga menyematkan pin keanggotaan MARS dan memberikan Laporan Pengukuhan MARS Indonesia.

Baca Juga:

MARS adalah organisasi kemasyarakatan yang dibentuk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui UU No. 17 Tahun 2013. MARS Indonesia merupakan wadah tunggal bagi ketua lembaga adat seperti Raja, Datuk, Pelingsir dan para pemangku adat untuk menjadi mitra kerja pemerintah dalam melestarikan budaya bangsa. Hadir dalam audiensi antara lain YM DR (HC) KGP Panembahan Agung Tedjowulan, YM Hari Ichlas Majo Lelo Sati, YM Ida Agra Dalem Permayun, YM DR Sultan A.M.H Adrian Sulaiman, YM Anak Agung Ngurah Ugrasena, YM H Azmi Saad Sultan Bagindo dan YM Lenny Juanita Sari

Ketua Panembahan Agung Tedjowulan menjelaskan bahwa MARS mendapatkan surat tugas dari Kemendagri untuk mempertahankan kebudayaan nusantara. Namun, MARS juga turut membantu kerja dan program pemerintah seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). “Kami mengordinir 2 kementerian yakni Kemdikbud dan Kementerian Dalam Negeri dengan tema poros peradaban, itu yang kami angkat melalui budaya” ujar Tedjowulan.

Tedjowulan meminta arahan dari Kepala Staf Presiden Moeldoko bagi kelangsungan MARS. Setelah mengenalkan dewan kepengurusan, YM Hari Ichlas Majo Lelo Sati juga menjelaskan Visi Misi MARS Indonesia. “Kami bermaksud untuk tetap mempertahankan kebudayaan di nusantara, Semoga kami bisa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Mohon doa restu” ujar Moko Lelo.

jaga-persatuan-bangsa-lewat-majelis-agung-raja-sultan-3-1

Menyambut baik kehadiran MARS, Moeldoko mengatakan bahwa pembentukan MARS merupakan sebuah pencapaian luar biasa bagi Indonesia. Di tengah percepatan teknologi dan merebaknya isu SARA, Indonesia membutuhkan inovasi baru untuk tetap mempertahankan budaya menjadi nilai-nilai kemasyarakatan. “Atas nama pemerintah kami ucapkan selamat kepada pembuatan Mars. MARS sebagai pengembang, pelestari, dan mengabadikan budaya nusantara. Ini sungguh bisa bersinergi dengan Pemerintah” Ujar Moeldoko.

Moeldoko berharap MARS dapat bersinergi dengan BPIP (Badan Pembina Ideologi Pancasila) untuk mengisi kekosongan pemahaman tentang sejarah, budaya, ideologi, dan wawasan kebangsaan adat. Mengutip bagian buku karya Ali Khamenei, Moeldoko memaparkan bahwa saat ini marak adanya perangkap perang budaya. Ada tiga hal yang menjadi sasaran perang budaya. Pertama, perang budaya berupaya melunturkan kayakinan agama. Moeldoko berharap kehadiran MARS dapat memersatukan kesenjangan agama yang terjadi di Indonesia. Kedua, perang budaya menghancurkan keyakinan atas ideologi. Artinya, saat agama sudah hancur, maka ideologi ikut binasa. Ketiga, kedua hal ini akan berdampak pada sikap skeptis warga negara terhadap bangsanya.

“Bangsa kita ini campur aduk. Kondisi sekarang seperti itu. Perlu pencerahan. Saya yakin eksistensi MARS akan semakin baik ke depannya, terutama menghidupkan budaya lokal dan nasional “ papar Moeldoko.

MARS harus diperkuat dengan nilai kearifan lokal (local wisdom) dan adanya keterlibatan generasi millennial. “Kita seringkali bicara local wisdom, budaya lokal dan budaya nusantara, anak-anak kita ini sulit diajak kesana, terutama anak milenial. tapi menurut saya, tergantung metodenya. Saran saya perlu dilibatkan anak anak muda. Sehingga nanti ada model-model, inovasi baru yang kekinian” imbuh Moeldoko.

Moeldoko juga mengingatkan pentingnya Ideologi bangsa. Memasuki revolusi industry 4.0, percepatan teknologi semakin menggerus nilai-nilai budaya yang ada, Indonesia perlu banyak belajar dari Jepang yang masih mempertahakan akar budaya meskipun memiliki peningkatan teknologi yang luar biasa. Oleh karena itu, pengawalan bersama dan sinergi menjadi hal penting yang harus terus digalakkan.

Audiensi diakhiri dengan penyematan PIN keanggotaan kepada Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan foto bersama.

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *