Jakarta dan Banten Krisis Air

Seluruh zona musim di Banten dan DKI Jakarta telah memasuki musim kemarau dan diperlukan kewaspadaan dari masyarakat
  • Whatsapp
Krisis air

INDOPOLITIKA – Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun klimatologi klas II Tangerang Selatan mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis.

Dari keterangannya, seluruh zona musim di Banten dan DKI Jakarta telah memasuki musim kemarau dan diperlukan kewaspadaan dari masyarakat terkait ancaman bencana kekeringan.

Baca Juga:

Data menunjukkan, sebagian besar wilayah Banten dan DKI Jakarta mengalami deret hari kering lebih dari 20 hari hingga lebih dari 60 hari.

Prakiraan peluang curah hujan pada dasarian III Agustus dan dasarian I September 2019 menunjukkan beberapa daerah akan mengalami curah hujan yang sangat rendah dengan peluang lebih dari 90 persen.

Kondisi ini dinilai berdampak pada sektor pertanian yang menggunakan sistem tadah hujan, perngurangan ketersediaan air tanah, kelangkaan air bersih hingga meningkatnya polusi udara di wilayah Banten dan DKI Jakarta.

Bahkan, dari data hari tanpa hujan (HTH) yang dilaporkan, beberapa wilayah Jakarta berstatus siaga dan awas. Untuk status siaga dengan HTH lebih dari 31 hari adalah kecamatan Gambir, Jagakarsa, Cilandak, Kebayoran Baru, Pasar Minggu, Kedoya Selatan, dan Grogol Petamburan.

Sedangkan untuk status awas dengen HTH lebih dari 61 hari ada di kecamatan Menteng, Gambir, Kemayoran, Tanah Abang, Tebet, Pasar Minggu, Setiabudi, Halim, Pulogadung, Cipayung, Cilincing, Tanjung Priok, Koja, Penjaringan, dan Kelapa Gading.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *