Jaksa Agung Bukan Hanya Jabatan Publik Tapi Politis

  • Whatsapp
ST Burhanuddin

INDOPOLITIKA.COM – Kejaksaan Agung menggelar pisah sambut jaksa agung dari M Prasetyo kepada ST Burhanuddin, di kantor Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejagung, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (28/10).

Dalam sambutannya, Prasetyo mengaku bersyukur karena institusi kejaksaan kembali dipimpin oleh orang dalam atau internal.

Baca Juga:

Dia pun berpesan kepada penggantinya bahwa jaksa agung bukanlah sekadar jabatan publik. Prasetyo menambahkan sebagai pejabat publik rasanya bisa ditempuh melalui jalur birokrasi ketika prestasinya baik. Namun, ujar Prasetyo, kalau jabatan politis maka suka atau tidak setidaknya harus ada komunikasi politik.

“Saya dulu berjuang melalui sebuah partai memang. Saya akui secara terbuka dan tidak perlu saya sembunyikan, tetapi ketika saya dipilih sebagai jaksa agung saya diberhentikan dari partai saya,” tegasnya.

Mantan jaksa agung muda pidana umum Kejagung itu menambahkan bahwa tidak ada jaksa agung yang tak didukung partai politik. “Apakah itu Pak Baharudin Lopa, apakah Pak Marzuki Darusman, apakah Pak Basrief, apakah Pak Herdarman, apakah Pak Abdurrahman Saleh, semua pasti ada dukungan partai politik dan menjadi anggota partai politik,” jelasnya.

Karena itu, Prasetyo berpesan kepada Burhanuddin tidak perlu berkecil hati bahwa dalam perjalanan nanti kerja sama banyak komentar, caci maki dan sebagainya. Menurut dia, hal itu harus jadikan sebagai vitamin untuk menyehatkan. “Yang penting jaga kebersamaan kita, persatuan dan kesatuan,” tegasnya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *