Jaksa KPK: Airin Terima Rp 2,9 Miliar Hasil Korupsi Wawan untuk Nyalon Pilkada 2010

  • Whatsapp
Tubagus Chaeri Wardana - Airin Rachmi Diany, saat Pilkada 2010-2011. (Foto: NET)

INDOPOLITIKA.COM – Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany disebut-sebut merima uang senilai Rp 2,9 Miliar diduga hasil korupsi suaminya Tubagus Chaeri Wardana. Uang itu didapat oleh Wawan diduga dari pengadaan alat kesehatan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten.

Airin dalam hal ini dikatakan menerima uang miliaran itu untuk modal awal pencalonan dirinya sebagai Walikota pada pelaksanaan Pilkada 2010-2011.

Baca Juga:

Hal itu terungkap dalam surat dakwaan jaksa KPK pada halaman 196 poin D dan 200. Surat dakwaan jaksa KPK itu bernomor: 97/TUT.01.04/24/10/2019 atas nama terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, yang beralamat tinggal di Jalan Sutra Narada V No.16 RT 003/006, Pakulonan, Serpong Utara, Tangsel.

“Pada bulan November 2010 membiayai untuk keperluan pemilukada Tangerang Selatan (AIRIN RACHMI DIANY) Tahun 2010-2011 di antaranya sejumlah Rp2.900.000.000,00 (dua miliar sembilan ratus juta rupiah),” tulis surat dakwaan pada halaman 196 poin D bagian satu.

Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan duduk bersama pengacaranya, saat sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Ipar Airin, Mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Choisiyah juga disebutkan dalam surat dakwaan KPK merima uang hasil korupsi Wawan, untuk pemilihan Gubernur Banten 2011. Atut diketahui menerima uang Rp3 miliar lebih pada September 2011.

Selain disebut untuk membantu modal Pilkada istri dan kakak Ratu Atut, Wawan juga disebut menggunakan uang nya beli kendaraan, tanah, bangunan, dan properti di Australia. Uang hasil korupsi Wawan mayoritas dipakai untuk membeli kendaraan mewah, lahan, bangunan di perumahan elite berupa rumah dan apartemen di Australia. Selain berupa aset, uang hasil korupsi Wawan juga mengalir untuk membiayai asuransi Wawan dan anaknya.

Seperti diketahui, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan menjalani sidang kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019). Agenda sidang adalah pembacaan dakwaan.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *