Jaksa Prasetyo Santai Tanggapi Korps Kejaksaan Minim Wakil

  • Whatsapp
Jaksa Agung, HM Prasetyo

INDOPOLITIKA.COM Seleksi calon pimpinan KPK periode 2019-2023 yang mengantarkan Irjen Firli sebagai ketua, membuat Kejaksaan Agung kembali gigit jari. Pasalnya, dari lima nama yang terpilih sebagai ketua komisi antirasuah itu, tidak satupun berasal dari korps yang dimpimpin HM Prasetyo.

Kendati demikian, Prasetyo menilai kenyataan itu bukanlah persoalan besar. “Ya ndak apa-apa, kami punya 90 jaksa lebih di situ (KPK). Mereka yang nanti bekerja di sana untuk kasus-kasus yang ditangani oleh KPK,” kata Prasetyo di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (13/9)

Bacaan Lainnya

Prasetyo menampik adanya intervensi dari Jaksa Agung dalam kasus yang melibatkan kader Partai NasDem H Bandjela Paliudju, sehingga Johanis Tanak tidak terpilih. Dia mengklaim bahwa dirinya yang mengusulkan untuk mengikuti seleksi capim KPK.

“Ndak ada, konflik apa, yang mengatakan konflik kan kalian, ndak ada konflik. Saya usulkan Tanak untuk ikut seleksi capim KPK, konflik apa?,” tanya Prasetyo.

Lima orang yang telah dipilih melalui voting oleh anggota DPR Komisi tiga tersebut diantaranya Nawawi Pamolango (50 suara), Lili Pintouli Siregar (44 suara), Nurul Ghufron (51 suara), Alexander Marwata (53 suara), dan Firli Bahuri (56 suara). Dia mengatakan kelima calon telah melalui proses seleksi akademik, psikologi, dan yang terakir seleksi politik melalui DPR.

“Nanti diharapkan ada komisioner baru KPK ya tentunya harapan kita dari kejaksaan bisa lebih berbicara untuk upaya kita memberantas korupsi bersama-sama, memberantas dan mencegah korupsi bersama-bersama,” pungkasnya.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *