Jaksa Sebut Rano Karno Diduga Terima Suap Sebesar Rp 700 Juta

  • Whatsapp
Mantan Gubernur Banten Rano Karno

INDOPOLITIKA.COM- Mantan Wakil Gubernur Banten, Rano Karno diduga menerima suap sebesar Rp700 juta terkait kasus pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten. Hal itu disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang perdana Komisaris Utama PT Balipasific Pragama (BPP) Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Oleh Jaksa, Wawan didakwa melakukan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di Provinsi Banten. Dalam pengadaan alkes Pemprov Banten, Wawan mendapat keuntungan sebesar  Rp 50 miliar dan Ratu Atut Rp 3,8 miliar.

Baca Juga:

 “Dan memperkaya orang lain antara lain Ratu Atut Chosiyah sebesar Rp3,8 miliar, Yuni Astuti sebesar Rp23,3 miliar, Djaja Buddy Suhardja sebesar Rp240 juta. Ajat Drajat Ahmad Putra Rp295 juta. Rano Karno sebesar Rp 700 juta. Jana Sunawati Rp63 juta,” ucap Jaksa KPK di PN Tipikor Jakpus, Kamis  (31/10/2019).

Pengadaan alat kesehatan kedokteran Rumah Sakit Rujukan Provinsi Banten APBD Tahun Anggaran 2012, itu dianggarkan saat Rano menjadi wakil Gubernur Banten mendampingi Ratu Atus Chosiyah selaku Gubernur Banten. Dari situ Rano mendapatkan uang dalam rentang waktu Juni 2012 hingga Agustus 2013.

“Selanjutnya antara bulan Juni 2012 sampai dengan Agustus 2013, sesuai dengan arahan terdakwa, bagian Yuni tersebut juga dipergunakan untuk kepada beberapa pihak lain, Djadja Buddy Suhardja, Ajat Sudrajat, Ahmad Putra, Rano Karno, Jana Sunawati, Yogi Adi Prabowo, Tatan Supardi, Abdul Rohman, Ferga Andriyana, Eki Jaki Nuriman, Suherman, Aris Budiman, Sobran Yulindra, dan para pejabat dinas kesehatan serta tim survei mendapatkan fasilitas berlibur ke Beijing, China, yang seluruhnya Rp 1,6 miliar,” kata jaksa.

Sebelumnya, Rano disebut menerima Rp700 juta oleh Kadis Kesehatan Banten, Djaja Buddy Suhardja pada persidangan Ratu Atut pada 2017 lalu. Namun, Rano Karno menepis semua tuduhan Djaja dengan menyebut bekas Kadis Kesehatan Banten itu tersandera kepentingan. Ia pun menanyakan inkonsistensi Djaja yang sebelumnya menyebut Rano menerima Rp300 juta.[pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *