Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Pemalsuan SKL, Nurul Qomar Bantah Melamar Jadi Rektor

  • Whatsapp
Nurul Qomar

Indopolitika.com – Pelawak kawakan Nurul Qomar menjalani sidang perdana terkait kasus dugaan pemalsuan surat keterangan lulus (SKL) S2 dan S3 di Pengadilan Negeri (PN) Brebes, Jawa Tengah, Rabu (3/7/2019). Pemalsuan tersebut dilakukan dalam rangka pencalonannya sebagai Rektor di Universitas Muhadi Setiabudi (Umus) Brebes

Usai menjalani sidang, Qomar mengatakan bahwa dirinya dilamar bukan melamar menjadi Rektor. “Jadi jelas toh, bukan (memalsukan) ijazah palsu, tapi soal lembaran surat (SKL) itu saja,” ucap Qomar singkat di PN Brebes, Jawa Tengah, Rabu (3/7/2019).

Berita Lainnya

Qomar berkali-kali menegaskan bahwa dirinya tidak meminta menjadi rektor, melainkan diminta atau dilamar menjadi Rektor Umus, Brebes. “Saya ini dilamar, diminta. Bukan melamar. Jadi jelas ya,” tegasnya.

Dalam sidang perdana tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Qomar telah melakukan perbuatan melawan hukum yaitu memalsukan surat keterangan lulus S2 dan S3 Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Surat itu dipalsukan untuk memenuhi persyaratan sebagai calon Rektor Umus pada bulan Januari 2017.

Akibat perbuatannya tersebut, Umus mengalami kerugian materi sebesar Rp 7.379.488 per bulan selama kurang lebih 10 bulan selama Qomar menjabat rektor dan hilangnya kepercayaan mahasiswa dan publik terhadap Yayasan Umus. Akibat perbuatannya itu, Qomar dijerat pasal 263 ayat 2 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (pm/ind)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *