Jalur KA Rangkasbitung Pandeglang Diaktifkan, Ribuan Rumah Terancam Digusur

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Pemerintah bakal menggusur sebanyak 1.451 bangunan liar yang berada di atas jalur kereta api (KA) Rangkasbitung-Pandeglang. Hal itu dikarenakan jalur tersebut akan diaktifkan kembali untuk kereta lokal atau KRD.

Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zulkifli mengatakan proses penerbitan bangunan liar tersebut sudah dilakukan sejak 2019, lalu. Namun hingga kini masih saja ada warga yang menolak untuk digusur. Padahal pemerintah berjanji akan memberikan ganti rugi.

Berita Lainnya

Zulkifli menambahkan pemerintah akan memberikan dana kompensasi kepada warga yang rumahnya digusur. Uang ganti rugi itu diberikan kepada warga sesuai dengan nilai harga rumah disana. Tujuannya, agar warga bisa membeli rumah kembali.

Meskipun kata dia, bangunan tersebut didirikan oleh warga secara ilegal.

“Prosesnya memang kita yang melakukan itu. Karena ini penertiban bukan pembebasan. Sekarang sudah di appraisal (menaksir nilai properti). Jadi tetap ada appraisal dari konsultan, bangunan khususnya, tanahnya enggak ya. Sehingga kalau orang itu pindah, dia masih bisa untuk membuat rumah lagi,” terang Zulfikri.

Dalam melakukan penertiban rumah-rumah warga yang dibangun diatas rel tersebut, pihaknya meminta bantuan kepada Pemda setempat untuk melakukan penertiban.

Selain itu, ia juga mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 62 tahun 2018 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan Dalam Rangka Penyediaan Tanah Untuk Pembangunan Nasional, Konsultan appraisal yang akan ditujuk oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

 “Kita proses terus, tapi dibantu sama Pemda juga. Bupatinya juga turun, Bu Lita,” pungkas Zulfikri.

Sebelumnya,  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan kembali membuka jalur kereta api (KA) rute Rangkasbitung-Pandeglang. Reaktivasi jalur mati ini akan dimulai dalam waktu dekat dan ditargetkan rampung akhir 2020.

Rencananya, reaktivasi jalur Pandeglang ini akan diteruskan hingga Stasiun Labuan, Kabupaten Pandeglang. Reaktivasi tahap II ini akan dilakukan untuk jalur rel sepanjang 37,9 km. [pit]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *