Jangan Remehkan Masyarakat Soal Budaya Nekat Saat Mudik

  • Whatsapp
Mudik naik kereta tempo dulu.(ist)

INDOPOLITIKA.COM – Jelang Idul Fitri, budaya nekat sudah melekat di Masyarakat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Dari budaya mudik hingga takbir keliling di atas truk. Budaya kenekatan itu masih terus berlangsung hingga kini, padahal notabene-nya Indonesia masih dihantui pandemi Covid 19.

Ngomong-ngomong soal konsep budaya mudik dan nekat, masih ingat kenekatan yang dilakukan pemudik di era sebelum tahun 2010? Puluhan ribu pemudik nekat naik kereta berdesakan. Saat kereta datang langsung diserbu. Pintu sempit, sah saja naik dari jendela kereta. Penumpang kereta ini berdiri lho dari Stasiun Senen hingga tujuannya di Solo, Semarang bahkan Surabaya.

Berita Lainnya

Jangan ditanya soal kekuatan fisik para pemudik via kereta pada saat itu. Berdiri lebih dari 10 jam butuh kekuatan fisik yang memadai. Badan ringkih alias tidak fit sedikit, bisa pingsan berdesakan. Belum lagi ancaman copet dan segala macam kejahatan di dalam kereta pada saat itu. Pokoknya nekat guys.

Itu di jalur rel. Di arena aspal, kenekatan para pemudik juga harus diacungi jempol. Ada yang menggunakan sepeda motor dari Jakarta hingga kampung halamannya di Jawa Tengah maupun Jawa Timur. Naik sepeda motor boncengan dengan penuh barang bawaan. Resiko kecelakaan sangat tinggi jika bicara faktor kelelahan di jalan.

Bagi pengguna roda empat atau bus, Soal macet di jalan hingga puluhan jam sudah biasa. “Kalau enggak macet namanya enggak mudik,” begitu kira-kira pernyataan salah seorang rekan saya yang tiap tahun jadi pelaku mudik. Di tengah kemacetan bahan bakar habis, nekat beli bensin eceran dari pedagang dadakan Rp30 ribu per liter, hadeeeh.

Di era pandemi Covid 19 macam sekarang, konsep nekat masih ada jelang Idul Fitri. Penumpukan orang di pasar jadi contohnya. Enggak ada namanya prokes di Pasar Tradisional. H-10 Idul Fitri, penumpukan di pusat perbelanjaan sudah terjadi. Horor Covid 19 seolah enggak berlaku bagi masyarakat jelang Idul Fitri

Belum lagi catatan petugas kepolisian soal pemudik nekat walaupun sudah ada larangan mudik. Puluhan mobil travel diamankan Petugas Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu. Bahkan, tahun lalu ada pemudik yang bersembunyi di truk atau mobil boks layaknya penyelundupan manusia di perbatasan Amerika Serikat-Meksiko yang dikelola Kartel Meksiko.

Saat ini, Pemerintah secara resmi sudah mengeluarkan aturan soal larangan mudik untuk mengantisipasi penyebaran Covid 19. Pos penyekatan sudah dibangun di setiap ruas jalur mudik di Pulau Jawa. Ultimatum larangan sudah sering terdengar di pemberitaan di televisi maupun media online. “Jangan sampai Tsunami covid di India terjadi di Indonesia,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi beberapa waktu lalu.

Konsep nekat dan mudik itu sudah jadi budaya jelang Idul Fitri. Pemerintah dituntut tegas soal pemberlakuan aturan larangan mudik untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19. Namun perlu diingat, jangan pernah meremehkan masyarakat Indonesia soal budaya nekat khususnya saat mudik.

 

Penulis:  Azhar Ferdian

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *