Janji Manis Kampoeng Kurma Tak Semanis Rasanya

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Puluhan orang dari ratusan pembeli lahan kavling yang merasa jadi korban dugaan penipuan invetasi bodong Kampoeng Kurma Bogor. Irfan Nasrum, salah satu korban investasi lahan dengan konsep Kampung Kurma di Kelurahan Tanah Baru, Kota Bogor, sudah tidak bisa lagi menahan amarah.

Sesekali ia menghela napas ketika menceritakan ihwal bagaimana dirinya bisa berkenalan dengan Kampung Kurma. Semua berawal dari ketertarikannya akan investasi anti riba dan syariah.

Muat Lebih

“Saya tahu dari media sosial. Setelah saya timang-timang saya pun memutuskan berinvestasi di awal 2018,” ujarnya, Senin (11/11/2019).

Investasi awal yang ditaruh pria 44 tahun itu, mencapai Rp99 juta. Nilai ini kemudian naik menembus angka Rp417 juta di penghujung 2018 lantaran Irfan tertarik untuk membeli tiga kavling Kampung Kurma dan empat kavling Prosyar.

“Namun memasuki awal 2019 ada yang janggal,” beber dia.

Saat itu perusahaan mengumpulkan para investor dan memberitahukan bahwa akan ada investor dari Malaysia yang mau mengakuisisi proyek Kampung Kurma.

Perusahaan pun menjanjikan bagi investor yang ingin menarik dananya akan diberikan full ditambah 20 persen dari dana tersebut. Saat itu ada 50 persen pembeli kavling yang ingin refund. Namun dia tidak termasuk di dalamnya. Memasuki pertengahan tahun Irfan mulai was-was.

Pertanyaan dia terkait progres investasi dan dokumen akta jual beli (AJB) tak kunjung direspons oleh manajemen Kampung Kurma. Dia kemudian mengambil inisiatif untuk mengecek sendiri.

“Ternyata AJB yang dijanjikan untuk kavling saya belum bisa terlaksana. Saya tanya kapan? dijawab belum bisa karena dana tidak ada. Dari itu saya baru sadar kalau tertipu,’’ tuturnya.

Apalagi dari sejumlah laporan orang yang bernasib sama dengan dia, perusahaan hanya memberikan cek kosong kepada pembeli yang ingin melakukan refund. Ada juga yang ternyata kavlingnya tidak ada.

“Bahkan ada yang kavlingnya ternyata tanah kuburan” tambahnya.

Atas kejadian ini, dia bersama para investor akan mengambil langkah hukum. Dia pun sudah menunjuk salah satu pengacara yang bertugas di wilayah Bogor.

“Langkah ini untuk memudahkan koordinasi antara kami dengan PT. Kampung Kurma,” tuturnya.

Perlu diketahui PT. Kampung Kurma menawarkan investasi dengan membeli kavling yang akan ditanami pohon kurma dengan label syariah dan anti riba. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *