Kriminal

Polsek Serpong Ungkap Jaringan Sewa Apartemen Fiktif

Para Tersangka Jerat Korbannya Melalui Situs Online
  • Whatsapp
Para Tersangka Penipuan melalui situs online, diamankan Polsek Serpong, Kota Tangsel.

INDOPOLITIKA- Kemudahan transaksi jual beli online yang berkembang belakangan ini, benar-benar dimanfaatkan para pelaku kejahatan untuk menjerat korbannya. Modusnya variatif, ada yang menawarkan jasa jual beli telepon genggam, voucher umrah gratis hingga sewa kamar apartemen. Komplotan yang terdiri dari DP (29), FS (30) dan AN (30), berhasil diamankan aparat Polsek Serpong, Kota Tangsel.

Kapolsek Serpong, Komisaris ST Luckyto A.W mengatakan, awalnya AN ini menawarkan sewa satu kamar di Apartemen Sky View, Lengkong Gudang, Serpong, Kota Tangsel kepada salah satu korban dengan range waktu selama enam bulan.

Baca Juga:

Nahasnya, baru satu bulan ditempati, korban akhirnya sadar jika kamar apartemen tersebut bukan milik AN. “An hanya menyewa 1 bulan dan dia kembali menyewakanya kepada korban selama enam bulan,” kata Luckyto saat gelar rilis, di halaman Polsek Serpong, Kamis (5/9/2019).

Dikatakan Luckyto, sebelum terjadi deal sewa menyewa, pelaku AN menawarkannya melalui situs online dan ternyata ada yang berminat. “Setelah janjian ketemu dengan penyewa. Mungkin japri lah, maka terjadilah deal harga ini. Korban tidak menyadari kalau sedang ditipu,” jelas Lucky.

Kapolsek Serpong, Komisaris ST Luckyto A.W saat memberikan keterangan dihadapan media terkait pengungkapan tiga kasus penipuan di Mapolsek Serpong, Kamis (5/9)

Pelaku AN dibantu dua rekannya AN dan FS sejak satu tahun terakhir sudah melakukan kejahatan ini. Baik di wilayah Serpong, Depok maupun Kelapa Dua Tangerang. Karena itu dia yakin, banyak korban yang terjerat aksi AN. Hanya saja, baru satu korban yang melaporkannya.

“Kami saya yakin, dengan 1 tahun mereka beraksi, sudah banyak korbanya. Karena itu, saya mengimbau kepada siapapun yang merasa jadi korban kejahatan AN dan pelaku lainnya, untuk tidak segan-segan melaporkanya ke Polsek Serpong,” imbaunya.

Aksi kejahatan AN dan dua orang temannya, ternyata tidak hanya sebatas menyewakan apartemen fiktif, mereka juga terlibat aksi jual beli voucer umroh gratis dan telepon merek Iphone secara online.

“Jadi, ada tiga modus dari pelaku An dalam melakukan penipuan. Ada modus jual beli kupon umroh dan telepon genggam,” jelasnya.
Sementara khusus FS, pelaku juga melakukan penipuan jual beli ponsel pintar secara online. FS membuka jual beli online dan mulanya dijalankan secara benar, barang dikirim setelah transaksi.

Saat transaksi ke tiga, si pelanggan memesan Iphone X sebanyak empat unit, namun setelah uang ditransfer, FS tidak mengirimkan ponsel canggih itu.
“Satu dua kali pembelian lancar, tapi setelah transaksi ke tiga korban ini merasa ditipu tersangka, karena barang yang dipesan tak kunjung dikirimkan. ya itu tadi, uang sudah ditransfer tapi barang tidak dikirimkan,” tutupnya.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *