Jawaban Menohok Pedagang Kecil Untuk Aktivis Ciputat Soal Desakan Jokowi Mundur

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) disarankan lebih baik mundur oleh sejumlah aktivis, karena tidak mengantisipasi persoalan bangsa serta virus Corona yang menyebabkan nyawa melayang begitu saja. Salah satunya disuarakan eks aktivis yang juga Presiden Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2017 Riyan Hidayat.

“Saran saya bapak mundur aja pak kalau udah ngga ngerti pimpin Republik ini. Berapa nyawa yang melayang karena kebodohan antisipasi,” katanya, dalam keterangan tertulisnya Rabu (25/3/2020).

Bacaan Lainnya

Nah, pernyataan aktivis itu mendapat banyak respon dari masyarakat. Salah satunya Reza (@reyzha.keroro) seorang pekerja lepas, pelaku seni dan pedagang makanan. Melalui surat terbuka, ia menyampaikan kepada Riyan Hidayat untuk tidak asal bicara. Dan pernyataan Riyan Hidayat itu tak lebih dari sekadar nyinyiran. Jawaban untuk Riyan tersebut hingga saat sudah dikomentari lebih dari 4 ribu orang dan dibagikan sebanyak 2,7 ribu kali.

Berikut surat terbuka pedagang kecil itu seperti diunggah di laman facebooknya dikutip indopolitika.com:

Teruntuk Riyan Hidayat, Apa yang bisa Anda Beri untuk Indonesia?

Kenalkan nama saya Reza. Seorang pekerja lepas, pelaku seni dan pedagang makanan juga. Saya membaca kiriman surat terbuka di WA, tertulis dari anda. Disitu anda mengaku sebagai seorang Aktivis, Presiden Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2017. Mahasiswa Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Membaca surat anda membuat batin saya bergetar hebat. Apakah seperti ini kelas aktivis di tengah situasi krisis terbesar Bangsa menghadapi virus Corona? Apakah segini ukuran intelektualitas mahasiswa pascasarjana? saya tidak berpendidikan tinggi seperti anda, malu memanggil anda sebagai aktivis atau mahasiswa.

Bung Riyan. Tulisan anda panjang lebar, nyaris tanpa isi. Hanya mengoceh. Hanya nyinyir. Narasinya disusun seolah anda seorang intelektual, tapi isinya NOL BESAR.

Anda meracau tentang banyak persoalan bangsa. Ah…! Saya tak mau membahas selain fokus pada kasus Corona yang ada dalam surat terbuka anda. Biar anda gak hidup dalam kebodohan mengatasnamakan intelektualitas.

Anda teriak-teriak minta lockdown secara nasional. Anda tau apa artinya?! semua dibatasi. Semua. Tanpa terkecuali. Termasuk saya gak bisa lagi berjualan makanan di gerobak kecil pinggir jalan. Tetangga, bapak emak di kampung anda juga. Tidak ada yang boleh keluar rumah bahkan sekedar cari hidup. Anda tahu berapa pekerja informal di Indonesia? 70 Juta jiwa lebih!! Ini bukan soal urusan ekonomi, ini soal urusan hidup dan mati.

Indonesia ini luas. Geografis kita berpulau-pulau. Anda bisa jaga keamanan dan keselamatan? anda mau pemerintahan dikuasai militer? anda mau rusuh? anda mau yang kaya menguasai makanan si miskin? anda mau negara kita ambruk karena lockdown?! anda mau kami-kami ini menunggu di rumah saja menunggu mati, padahal ada cara lain yang bisa dilakukan untuk menekan virus ini. Jangan asal minta lockdown. Jangan!

Anda bicara seolah-olah anda itu nasionalis, tapi sesungguhnya anda sungguh-sungguh anak Bangsa yang dipenuhi aura pesimis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *