Jawaban Menohok Pedagang Kecil Untuk Aktivis Ciputat Soal Desakan Jokowi Mundur

  • Whatsapp

Anda bertanya soal bantuan untuk UMKM, padahal berhari-hari sebelum tulisan anda keluar, para petinggi di atas sana rapat siang malam telah memikirkan. Apa anda tak baca berita, tagihan ojek dan supir taksi sudah ditangguhkan setahun? UN dibatalkan? semua Menteri dan Kepala daerah sudah diminta mengalihkan anggaran kedinasan dan fokus ke ekonomi padat karya untuk mengantisipasi dampak corona?

Apa anda tidak baca, akan ada bantuan tunai langsung yang akan dibagikan pada belasan juta rakyat kecil terdampak? apakah anda tidak baca kebijakan dana desa sudah dibolehkan untuk tangani corona? apakah anda tidak baca triliunan anggaran negara sudah dialihfungsikan hanya dalam waktu beberapa hari untuk menjaga daya beli masyarakat?

Bacaan Lainnya

Apa anda tidak baca BUMN dan perusahaan swasta lagi mengalihkan produksi ke alat-alat kesehatan seperti masker dan pelindung bagi tenaga kesehatan? Apa anda tidak baca gotong royong massif antara rakyat dan negara sudah menghasilkan dana inisiatif yang jumlahnya triliunan? Jika anda belum baca, maka BACALAH. Jadi anda tidak memalukan mengaku sebagai kalangan intelektual, tapi intelektual yang hidup dalam kedunguan.

Anda beranggapan sendiri seolah-olah kalau anda dirundung, semuanya adalah kerjaan influencer. Padahal tulisan anda sendirilah yang membuat anak bangsa yang masih waras menjadi geram. Sebagian yang emosi, akan wajar membuat mereka menilai seperti yang anda tuliskan sendiri ”

”(saya)…dibilang bodoh, tolol, engga ada otak, bacot, suruh pindah negara..”. Bagi saya, anda memang layak mendapat semua rundungan itu. Tulisan anda menunjukkan kualitas otak anda.

Bung Riyan, anda dengan bijak menuliskan, bahwa dalam kondisi begini bukan waktunya saling menyalahkan, tapi apa yang anda tuliskan, jelas menunjukkan bahwa anda tergolong anak bangsa yang ingin menggerogoti bangsa anda sendiri. Anda makhluk pesimis.

Di tengah situasi bencana dimana semua orang gotong royong dan membangun semangat optisme, anda masih saja sinis pada pemerintah. Seolah-olah menjadi pahlawan dengan tulisan anda, seolah-seolah jika anda yang menjadi Presiden-nya, semua akan beres. Sungguh naif.

Berkacalah pada mahasiswa ITS, Surabaya. Mereka tidak banyak bacot seperti anda untuk negaranya. Tapi mereka bergerak memproduksi alat pelindung wajah untuk tenaga medis Covid-19. Atau berkacalah pada anak SMK, yang bergerak bersama Guru mereka membuat hand sanitizer dan membagikannya gratis ke lingkungan sekitar. Dimana posisi anda?!

Pada surat terbuka anda, di tulisan terakhir, semakin menunjukkan kedunguan anda sebagai seorang intelektual. Anda menuliskan untuk Presiden Jokowi ”…maka saran mundur dari jabatan Presiden mungkin bisa dipertimbangkan lebih awal. Selanjutnya kita ingin mendengar DPR, Partai Politik, dan rakyat bersuara”. G*****! Anda benar-benar g*****.

Anda mau negara kita rusuh tiba-tiba Presidennya mundur?! Trus mau nyerahkan kekuasaan ke DPR, Partai Politik dan rakyat?! Maksud loeeeeee!!!! Anda kira Presiden dan semua pejabat negara itu mau membunuh rakyatnya?? DUNGU anda itu! Anda itu intelektual atau ‘telek’ tual sih?!

Saya sebagai seseorang yang berpendidikan rendah saja tau, negara kita memiliki aturan, bukan negara bar-bar, bukan negara yang milih Presiden seperti milih sayur di pasar. Ada mekanisme pemilihan Presiden yang sah sesuai UU. Apakah anda tidak menyadari itu? apakah anda sebodoh itu menyarankan Presiden mundur begitu saja di situasi bencana? Anda mau rakyat kehilangan pemimpin sah-nya dan menyerahkan kemana-mana seperti kata anda? GILA!

Kalau anda mau menurunkan Presiden, nanti saja. Ketika virus ini sudah berhenti penyebarannya, sana noh ajak teman-teman anda demo turun ke jalan-jalan. Kagak ada yang laraaaang! TAPI JANGAN SEKARANG!!!!!

Di saat semua orang sedang bergandeng tangan melawan virus Corona, di saat para pejuang kesehatan berada di garde terdepan, di saat para orang kaya ramai-ramai mengumpulkan donasi untuk membantu orang miskin, anda dimana? mengapa jari-jari anda masih saja mengobok-obok bangsa dengan pesimisme yang kosong tak bernilai?!

Kalau anda mau pesimis dengan hidup anda yang penuh kedunguan dan kebodohan, maka pesimislah sendiri.

Kami akan terus bergerak untuk bangsa ini. Karena kami bagian dari Indonesia, dan bangsa Indonesia adalah bangsa petarung. Kami ingin jadi pemenang. Bukan pecundang seperti anda yang hanya bisa menuliskan kata-kata lebay seolah-olah anda bisa menyelesaikan masalah hanya dengan tulisan nyinyir.

Saya akan beri anda tepuk tangan dan seluruh jempol, jika anda telah memberi sekecil apapun bagi bangsa ini, selain hanya bisa nyinyir dengan surat terbuka anda yang tak berisi.

Karena sifatnya adalah surat terbuka, maka saya memberi komentar secara terbuka pula: Tanpa sadar, lewat tulisan surat terbuka anda sedang menunjukkan pada seisi Negara, Andalah VIRUS Bangsa yang lebih jahat dari VIRUS Corona itu sendiri.

Salam. Reza (@reyzha.keroro) seorang pekerja lepas, pelaku seni dan pedagang makanan.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *