Jawaban Pemprov DKI Jakarta Terkait Tuduhan Kontraktor Monas Abal-Abal

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Langkah Pemprov DKI untuk merevitalisasi Monas menuai respon yang beragam dari masyarakat. Selain soal penebangan pohon, kontraktor pun ikut disorot.

Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Justin Adrian Untayana dari Fraksi PSI menelisik kontraktor pemenang tender revitalisasi kawasan monas.

Baca juga:

Justin mengungkapkan pihaknya mencoba menelusuri kantor kontraktor PT Bahana Prima Nusantara yang beralamat di Jalan Nusa Indah, Ciracas, Jakarta Timur.

“Pemenang: PT. Bahana Prima Nusantara Alamat: Jl. Nusa Indah No 33, Ciracas, Jaktim. Dicek di Google Map, lokasinya kurang meyakinkan nih,” tulis Justin dalam akun Twitter-nya, @JustinPsi.

Kecurigaan ini juga dilaporkan ke pengurus PSI di Ciracas untuk dilakukan pengecekan lebih dalam. Ketidakyakinannya bertambah mengingat beberapa tahun lalu sempat ramai kasus tender uninterruptable power supply (UPS) yang dimenangkan tempat usaha fotokopi.

“Saya minta pengurus partai di Ciracas untuk ngecek lokasi dan katanya mereka hanya menemukan pabrik tahu. Nah sebenarnya itu hanya ungkapan saja, karena ada temuan seperti ini, tentunya ini akan kita gali lebih dalam lagi, termasuk Dinas Citata juga,” jelas dia.

Meski begitu, Justin belum bisa memastikan apakah kontraktor pemenang tender proyek itu hanya sekadar numpang alamat atau memang bermasalah.

Menanggapi hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta menegaskan, kontraktor yang menggarap Revitalisasi Monas bukanlah kontraktor abal-abal. Pasalnya, perusahaan kontraktor bernama PT Bahana Prima Nusantara itu pernah mengerjakan proyek Masjid Agung Sumatera Barat (Sumbar).

“Kontraktornya pernah membangun di Masjid Agung Sumbar dan pekerjaannya saya kira bagus. Saya pertama memang agak meragukan, ternyata bagus,” kata Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP), Heru Hermawanto, kepada awak media di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2020).

Menurutnya, kontrakator bagus atau tidak bisa dilihat dari hasil kerjanya.

“Kalo Kontraktor (disebut) abal-abal, coba saja dilihat pekerjaannya benar atau tidak. Pernah dipakai di Padang, maka kita lihat bagaimana,” ujar Heru. [rif]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *