Jejak Politik Faldo Maldini: Cabut dari PAN, Kini Jadi Stafsus Mensesneg

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Politikus muda Faldo Maldini mendapat jabatan sebagai Staf Khusus (Stafsus) Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno Bidang Media dan Komunikasi.

“Penugasan kami per 14 Juli 2021 sebagai staf khusus Mensesneg bidang komunikasi dan media. Kalau teman-teman media ingin diskusi, silakan jangan ragu-ragu kontak kami. Saya sudah beli 3 power bank baru. Mudah-mudahan cukup,” kata Faldo Maldini dalam keterangannya, Senin (26/7/2021).

Berita Lainnya

Siapa itu Faldo Maldini?

Faldo Maldini adalah seorang pria kelahiran Padang, Sumatera Barat, 9 Juli 1990. Dia pernah menjadi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI).

Ia juga pernah didaulat sebagai Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia United Kingdom (PPI UK). Faldo memimpin 32 cabang PPI UK yang tersebar di berbagai wilayah Inggris dengan jumlah mahasiswa Indonesia sekitar 1.600 orang.

Faldo juga sering melakukan riset yang dipublikasikan di dalam dan luar negeri mewakili UI dan Indonesia. Bahkan risetnya beberapa kali mendapat gelar juara pada tingkat nasional mewakili Universitas Indonesia pada 2010. Dia juga meraih juara 3 pada kompetisi Mahasiswa Berprestasi pada 2011.

Kemudian, Faldo masuk Partai Amanat Nasional (PAN). Di sana, dia sempat menjabat wakil sekretaris jenderal partai berlambang matahari terbit itu. Pada Pemilu 2019, Faldo sempat mencoba peruntungan dengan maju sebagai calon legislatif (caleg) PAN dari Daerah Pemilihan Jawa Barat V.

Namun, Faldo gagal masuk parlemen karena hanya bisa mendapatkan 37.853 suara di Dapil yang meliputi Kabupaten Bogor itu.

Di Pilpres 2019, Faldo berada di kubu Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Bahkan ia menjadi salah satu juru bicara (Jubir) pasangan capres nomor urut 2 tersebut. Sebagai Jubir, dia kerap tampil di televisi dan tak jarang mengkritik Jokowi saat itu.

Gagal nyaleg dan memenangkan Prabowo-Sandi, Faldo kemudian cabut dari PAN dan pindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Alasannya, ia merasa dibantu oleh PSI saat menggugat UU Pilkada terkait batas usia calon kepala daerah.

“Awalnya, saya apresiasi karena teman-teman PSI, terutama Rian Ernest dan tim, dukung saya untuk gugat UU Pilkada terkait batas usia. PSI bantu kuasa hukum dan juga ikut menggugat. Kami percaya UU tersebut diskriminatif,” ujar Faldo dalam keterangan tertulis, Senin (28/10/2019).

Faldo kemudian mencoba peruntungan lagi di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Barat 2020. Namun, ia gagal menjadi calon gubernur (cagub) Sumbar.

Soal tugas barunya, Faldo mengklaim ini merupakan panggilan Merah Putih. Dia juga siap sparing dan datang jika diminta oleh negara. “Ini panggilan merah putih. Kami siap sparing dan datang kalau diminta oleh negara,” ujar Faldo. [fed]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *